MANAJEMEN WAKTU
“Jangan menunggu,
karena tak akan ada waktu yang tepat. Mulailah dari sekarang, dan berusahalah
dengan segala cara yang ada. Seiring waktu, akan ada cara yang lebih baik
asalkan tetap berusaha. “
(Napoleon Hill)
Apakah adik-adik sering
mendengar kalimat seperti ini “Aku gak punya waktu untuk berorganisasi, ngambil
kerjaan sampingan atau berbisnis apalagi.”
Hei, tahu gak “waktu
itu bukan milik kita, bener kan?” fenomena lain yang sering terjadi disekitar
kita adalah istilah “jam karet”. Bukan karena jam nya yang mirip dengan karet
atau terbuat dari karet, namun karena sifatnya yang lentur.
Biasanya ini terjadi di
kegiatan organisasi, misalnya ketika akan melaksanakan meeting, meeting
tersebut awalnya dilaksanakan dan dijadwalkan tepat pada jam 10.00 WIB. Namun,
yang sering terjadi adalah adik-adik malah berangkat dari kosan kam 10.15 WIB
(Bener ga?) dan tiba dilokasi jam 10.30 WIB . walaupun sudah telat eh ada lagi
yang telat datangnya pas jam 11. Dan meetingnya pun dilakasanakan pas jam 11.
Bayangkan oleh adik-adik berapa lama waktu yang terbuang sia-sia karena
menunggu seseorang.
Mas siapa bilang sih
kami meeting selalu telat? Kami tepat waktu loh, setiap kali kami meeting ,
kami langsung masuk ke agenda pertama, yaitu menunggu (upss,, eh)
Berapa banyak waktu
produktif yang adikadik sia-siakan karena tidak bijak dalam menghargai waktu.
Pepatah arab mengatakan “waktu ibarat pedang, bila kau tak berusaha
memotongnya, maka waktu yang akan memotongmu”. Bayangkan bila jam karet menjadi
kebiasaan yang dibiarkan begitu saja, maka waktu yang akan memotong kita.
Bila membudayakan jam
karet itu tidak benar, yang menyebabkan banyak waktu luang yang terbuang, lalu
bagaimana harus bersikap yang benar terhadap waktu? Buatlah segala sesuatunya
tepat waktu agar lebih efektif dan efisien.
Memulai budaya tepat
waktu dalam setiap aktifitas sama seperti menghargai diri sendiri sekaligus
menghargai oranglain. Menghargai diri sendiri berarti menghargai oranglain yang
memiliki aktivitas yang bersinggungan dengan kita.
Ketahuilah!!
Sedetik kedepan kita
tidak akan tahu apa yang akan terjadi. Sekalipun rencana itu sudah tersusun
dengan rapi dan kamu tinggal melaksanakannya saja, tapi terkadang halangan
datang tiba-tiba, begitu saja tanpa diundang.
Alasan pula mengulur-ngulur
waktu itu diciptakan karena merasa ada sesuatu lain yang mesti dikerjakan. Ya,
jika itu adalah pilihan, maka jangan sampai pikiranmu terkuras untuk sesuatu
yang sebetulnya tidak penting, disaat hal-hal penting masih menunggu untuk
dikerjakan.
Ingat, menghargai waktu
sama dengan menghargai diri sendiri. Karena menjelmanya kesibukkan itu melebur
bersama dengan waktu yang kamu lalui. Kebutuhan akan terpenuhi ketika apa-apa
yang ingin dicapai itu telah ditentukan waktunya, yang waktu tersebut dianggap tepat.
Supaya adik-adik tidak
mengulur-ngulur waktu, sebaiknya segera lakukan semacam agenda harian supaya
adik-adik tahu agenda apa saja yang akan dilakukan setiap harinya.
Maka, adik-adik harus
melakukan langkah-langkah manajemen waktu, maka disini ada salah satu
contohnya.
|
Hari
|
Target
|
|
Senin
|
·
Review matakuliah besok
·
Mengerjakan tugas
|
|
Selasa
|
·
Mengajar di bimbel
|
|
Rabu
|
·
Mengajar di bimbel
|
|
Kamis
|
·
Mengajar di bimbel
|
|
Jumat
|
·
|
|
Sabtu
|
·
|
|
Minggu
|
·
Olahraga
|
Berikut contoh tabel dalam membuat
target bulanan.
|
Bulan
|
Target
|
|
Januari
|
·
|
|
Februari
|
·
|
|
Maret
|
·
|
|
April
|
·
|
|
Mei
|
·
|
|
Juni
|
·
|
|
Juli
|
·
|
|
Agustus
|
·
Kursus online manajemen
|
|
September
|
·
Kursus online manajemen
·
Lulus kuliah pada bulan september
dengan IPK 3,6
·
Membuat sebuah novel pada bulan
september
|
|
Oktober
|
·
Kursus online manajemen
|
|
Nopember
|
·
Kursus online manajemen
|
|
Desember
|
·
Kursus online manajemen dengan
nilai yang memuaskan
|
Itu hanya sekedar
contoh, maka tolong ketika adik-adik akan mengisi agenda baik harian maupun
bulanan isilah dengan benar dan komitmen akan tetap melaksanakannya, percayalah
cepat atau lambat adik-adik akan merasakan sendiri manfaatnya.






Tidak ada komentar:
Posting Komentar