MAHASISWA ITU, PANDAI MERUMUSKAN
IMPIAN
Mahasiswa itu biasanya memiliki banyak impian, yang
sangat tinggi-tinggi pula, setinggi langit. Bahkan, saking banyaknya yang
diimpikan, pada akhirnya enggak ada yang tercapai alias gagal semua, makanya
dalam harus fokus dalam mengejar impian itu, ya adik-adik!
Semua manusia pasti
mempunyai mimpi, dan impian untuk menjadi sesuatu, namun yang terjadi malah
kebanyakan orang tidak dapat mencapai impiannya. Bukan karena mereka tidak
mampu mewujudkannya, tapi mereka malah berhenti di tengah jalan sehingga
impiannya pun harus kandas.
Disinilah adik-adik
harus menemukan langkah-langkah yang tepat agar impian adik-adik dapat
tercapai. Mumpung adik-adik masih menjadi mahasiswa, adik-adik bisa melakukan
berbagai pilihan menuju impian-impian yang selama ini ingin adik-adik capai.
Rahmat, ST. Seorang
Motivator Islami pernah melakukan hal-hal dibawah ini dalam mencapai
impian-impiannya. Maka inilah langkah-langkahnya dan adik-adik harus mengikuti
langkah-langkah berikut ini dan membuktikannya sendiri.
1. Menentukan
Visi yang jelas
Masih
banyak yang tidak bisa membedakan antar visi dengan angan-angan. Padahal
bedanya seperti bumi dengan langit. Visi membawa kepada kebaikan dan panjang
angan-angan membawa kepada keburukan.
Panjang
angan-angan lebioh dikaitkan dengan keinginan kosong. Hanya sebuah lamunan dan
anggapan keliru tentang masa depan. Orang yang percaya kepada peramal dan
bertindak sesuai dengan hasil ramalannya maka bisa dikategorikan bahwa orang
seperti itu adalah orang yang memiliki angan-angan yang panjang.
Dalam
riwayat hadits Bukhari, Anas ra berkata, “Nabi membuat garis seraya bersabda, ‘
ini adalah manusia, ini angan-angannya, sedangkan ini adalah ajalnya. Ketika ia
sedang berada dalam angan-angan, tiba-tiba datanglah kepadanya garisnya yang
paling dekat.’ Maksud dari garisnya yang paling dekat adalah ajal kematiannya.”
Orang
yang panjang angan-angannya akan bersikap santai, dia merasa tidak perlu
bertindak segera. Sedangkan orang yang cerdas adalah mereka yang selalu mengingat
akan kematiannya. Memiliki cita-cita, harapan, tujuan, atau visi bukanlah
termasuk orang yang memiliki panjang angan-angan. Mengapa Rasulullah melakukan
hijrah? Sebab ada harapan setelah hijrah. Rasulullah memiliki sebuah visi islam
akan berkembang setelah hijrah. Meskipun berat dan berkal;i-kali gagal, tetapi
hijrah tetap dilakukan. Visi justru membuat kita bergerak. Sementara panjang
angan-angan akan membuat kita hanya bersantai saja.
2. Jangan
bermimpi di siang bolong
Seringkali,
saat seseorang mengutarakan keinginan besarnya, ada orang yang mengatakan
jangan bermimpi di siang bolong deh! Jangan mimpi! Hinaan juga kadang muncul
bagi orang-orang yang memiliki impian, seringkali mereka disebut sebagai
“Pemimpi”. Kalaulah ada orang yang mau mengatakan impian besarnya, dia
mengatakannya sambil tertawa. Mengapa mereka mengatakannya sambil tertawa?
Karena hal itu dianggap guyonan belaka, tanpa harapan akan terwujud atau masih
jauh dari terwujudnya impian tersebut.
Sebenarnya
anggapan negatif terhadap seorang “pemimpi” tidaklah sepenuhnya salah. Namun ada juga yang dapat mewujudkan
impiannya. Apakah adik-adik memiliki keinginan yang besar? Yakin deh semua
orang juga memiliki impian yang besar, entah sadar atau tidak, yang menjadi
pertanyaan setiap harinya apakah saya dapat emwujudkannya atau tidak? Dan satu
lagi apakah saya hanya seorang pengkhayal atau memang pemimpi sejati?
Para
pengkhayal adalah mereka yang memiliki impian dan menginginkannya tetapi mereka
tidak yakin bisa mencapainya atau bahkan mereka yakin tidak akan bisa mencapai
impiannya. Sementara pemimpi sejati adalah mereka yang memiliki keyakinan bahwa
apa yang diimpikannya akan terwujud.
Ada
sebuah quotes dari Napoleon Hill, seperti ini:
“keyakinan
adalah titik awal dari semua pengumpulan kekayaan!”.
“Keyakinan
adalah unsur yang mengubah getaran pemikiran biasa, yang tercipta oleh pikiran
manusia yang terbatas, menjadi padanan spiritual”
Keyakinan
adalah satu-satunya media yang memungkinkan daya kosmis yang inteligensi tanpa
batas bisa dikendalikan dan bisa dimanfaatkan oleh manusia.
3. Langkah
ketiga mulailah sekarang juga
Salah
satu hambatan mencapai tujuan adalah menunda-nunda. Adik-adiknya sebaiknya
memulai semuanya dari sekarang jangan ditunda-tunda, sekali lagi SEKARANG!.
Jangan banyak alasan, mulailah sekarang untuk meraihnya. Jika mengatakan besok,
maka besok pun adik-adik akan dengan mudahnya mengatakan besokya lagi.
Ada
tga hal yang mesti dilakukan untuk bisa memulai menggapai tujuan. Ketiga hal
ini sebenarnya sederhana, namun sering dilupakan oleh kebanyakan orang.
Cara Memulai itu
Dengan Belajar
Banyak
yang berkata, “jika kita ingin sesuatu, kita harus bertindak”. Memang benar,
kita harus bertindak. Tapi masalahnya kita harus bertindak apa dulu?? Maka
tindakan pertama yang harus dilakukan adalah dengan belajar. Karena dengan belajar adik-adik akan tahu
tindakan apa saja yang harus dilakukan selanjutnya.
· Jika
minat adik-adik adalah berbisnis, maka mulailah dengan belajar berbisnis. Jika
tidak mempunyai modal, maka belajarlah bagaimana cara mendapatkan modal. Jika
tidak bisa menjual, maka belajarlah cara menjual.
· Ingin
sukses dalam karir? Belajarlah untuk sukses dalam berkarir. Belajarlah tentang
keterampilan yang perlu adik-adik miliki. Belajarlah untuk menjadi seorang
pemimpin, belajarlah untuk tetap menjaga motivasi dsb.
· Ingin
menjadi penulis? Belajarlah menulis. Ingin buku diterbitkan? Belajarlah
bagaimana mendekati penerbit agar mau menerbitkan bukumu itu.
Cara Memulai itu dengan membuat Rencana
Pasti banyak orang yang
akan mengatakan bahwa rencana itu pasti ribet deh! Tenang saja disini adik-adik
tidak perlu membuat rencana yang panjang lebar dan detil terlebih dahulu,
disini adik-adik harus memulainya degan cara yang sederhana. Misalnya seperti
ini:
1. Pergi
ke toko buku swalayan, maka adik-adik mencari buku yang berkaitan dengan tujuan
adik-adik dalam mencapai impian adik-adik.
2. Pelajari
buku tersebut sampai adik-adik tahu langkah apa saja yang harus dilakukan dan
langkah berikutnya agar adik-adik dapat mencapai impian adik-adik.
3. Biasanya
ada masalah dalam hal keuangan, tenang adik-adik bisa kok dengan pinjam dulu ke
teman jika bukunya sama, pergi ke warnet googling, dan masih banyak lagi
asalkan adik-adik tidak menyerah dan adik-adik terus mecari caranya.
Cara memulai itu dengan bertindak
Sekarang adik-adik
sudah belajar, sudah memiliki rencana, maka langkah selanjutnya adalah
bertindak. Sekecil apapun rencana adik-adik maka implementasikan. Buat apakan
kalau aik-adik memiliki rencana yang hebat namun tidak pernah adik-adik
laksanakan.
Bukanlah masalah kecil
atau besarnya suatu rencana, namun tindakan pertama adik-adiklah yang sangat
berarti akan keberhasilan adik-adik.
Ketika adik-adik
memiliki keinginan untuk menjadi seorang pengusaha, namun tidak pernah berusaha
mewujudkannya dengan alasan belum siap. Kenapa tidak bertanya, kenapa saya
belum siap?
Pasti deh adik-adik
akan menjawab seperti ini:
1. “Saya
belum punya modalnya”
2. “Saya
belum bisa menjalankan bisnis”
3. “saya
belum mengetahui celah pasar produk saya”
Maka adik-adik harus
mengubah jawaban diatas dengan pertanyaan yang akan membuat adik-adik
memulainya, seperti:
1. Bagaimana
agar saya memiliki modal yang cukup untuk usaha saya?
2. Bagaimana
agar saya dapat menjalankan bisnis saya?
3. Bagaimana
agar produk saaya dapat menembus celah pasar untuk bisnis saya?
Cobalah adik-adik untuk
berusaha menjawab pertanyaan diatas sehingga nantinya adik-adik akan menemukan
solusinya.
Kunci utama untuk mencapai impian itu
adalah jangan berhenti.
Memiliki tujuan adalah
sama dengan memiliki arah. Jika adik-adik sudah memiiki arah yang benar dan
terus bergerak menuju arah tersebut, maka lambat laun adik-adik pasti akan
mencapai tujuan tersebut. Yang terpenting tidak berhenti ditengah jalan.
Untuk mencapai tujuan,
apalagi jika adik-adik memiliki tujuan yang besar, akan memakan waktu yang
lama. Perlu kesabaran dan ketekunan dalam mencapai tujuan tersebut. Saat
adik-adik tidak sabar kemudian adik-adik berhenti, maka itu adalah cara pasti
adik-adik untuk gagal. Selama adik-adik tidak berhenti maka adik-adik akan
semakin mendekati tujuan adik-adik. Yang dimaksud disini adalah tetap bergerak
namun dengan arah yang berbeda, maka itu artinya berhenti mencapai tujuan yang
semula.











Tidak ada komentar:
Posting Komentar