SUDAH JADI MAHASISWA ITU, MALU DONG
KALAU
NGEREPOTIN ORANGTUA TERUS!
Pada dasarnya, setiap
anak yang suda menginjak usia baligh atau paling tidak sudah memasuki usia
kuliah, akan merasa malu apabila terus-terusan meminta uang kepada orangtuanya.
Nah termasuk anda sendiri salah satunya.
Nah pada saat anda
memasuki dunia perkuliahan, anda akan mengalami yang namanya masa dilema
diantara dua pilihan, satu sisi anda akan merasa malu karena meminta uang terus
kepada orangtua karena merasa sudah tidak pantas, kasihan melihat adikmu yang
masih sekolah atau bahkan anda tidak ingin terus-terus menjadi beban orangtua.
Dan disisi lain posisimu masih belum bekerja dan karena alasan masih mahasiswa
sehingga anda masih dikategorikan sebagai pelajar bukan sebagai pegawai.
Beruntung bagi mereka
yang merasa orangtuanya masih perlu membiayainya, tapi malu dong kan salah satu
tridharma perguruan tinggi itu “Agent of Change” yang artinya agen perubahan,
ubahlah keadaan dari yang awalnya orangtua memberi ke kita, jadi kita yang
memberi ke mereka atau paling tidak ya tidak menyusahkan merekalah. Karena
dengan dimuali dengan hal-hal yang kecil secara tidak langsung akan membuat
orangtua merasa bangga bahwa anaknya sudah mandiri.
Tentunya adik-adik
awalnya memang belumlah siap untuk tidak meminta uang kepada orangtua, nah
cobalah adik-adik untuk memberanikan diri dengan mengatakan kepada orangtua
bahwa “bulan ini saya tidak akan meminta urang lagi”. Setelah itu kuatkan
tekadmu, berdoalah karena dengan begitu Allah akan menunjukan berbagai jalan
sehingga adik-adik akan mandiri. Resiko yang pertama kali akan dihadapi yaitu
adik-adik tidak akan mempunyai uang untuk keprluan sehari-hari.
Ketika adik-adik sudah
merasa tekadnya kuat, maka mulailah dari sekarang untuk memutar otak, kira-kira
pekerjaan apa dan usaha apa yang bisa meningkatkan skill dan menghasilkan uang
tanpa harus mengganggu kuliah. Jangan menyerah apabila dalam keehariannya
adik-adik belum mendapatkan hasil, atau adik-adik tidak makan sama sekali.
Kalau terjadi hal demikian, cobalah adik-adik untuk meminjam dulu ke teman
asalkan adik-adik siap untuk membayarnya. Adik-adik sekarang masih di usia yang
kreativitasnya sangat tinggi cobalah untuk berfikir dahulu, misalnya ada
komunitas yang siap untuk menjadikan adik-adik mandiri, ikutilah kegiatan
tersebut insya allah akan membuat adik-adik menjadi mandiri.
Disini ada sebuah kisah
yang dapat memberikan inspirasi untuk mencari uang saat masih kuliah:
Seorang lelaki
melanjutkan pendidikannya ke perguruan tinggi di Bandung, ketika itu ia
memutuskan untuk mancari uang sendiri demi memenuhi kebutuhannya agar tidak
meminta uang kepada orangtua lagi. Awalnya memang itu terasa berat baginya
karena selain harus belajar ia juga harus mencari uang, tapi ia terus bekerja
keras mencari uang dan ketika mendapatkan hasilnya ia pun merasa bangga karena
sudah bisa lepas dari tanggungan orangtua dan bisa mengatur keuangan sendiri.
Tantangan demi
tantangan harus ia hadapi dengan keuletan dan kesabaran, bahakan ia pernah
tidak makan selama dua hari. Kenapa hal itu terjadi? Karena ia selalu minjam ke
temen, karena malu ya akhirnya ia pun berpuasa dan sahur-bukapun hanya dengan
segelas air putih saja. Betapapun perihnya kehidupan jangan pernah menyerah,
jika satu pekerjaan atau satu usaha. Misalnya les bimbel bila memang belum
mencukupi maka usahalah dengan berjualan apapun yang penting halal.
Oke kita lanjutkan lagi
ceritanya ya, ketika hal itu terjadi dia tidak menyerah, ia mencoba hal lain
dengan berjualan cilok, nah cilok itu bukanlah buatannya namun ia hanya
menjualkan dagangannya saja. Ia berjualan di sekitar kampus dengan target
pasarnya mahasiswa, teman sekelas. Selain jualan cilok, ia juga membuat lembaga
kursus sendiri yaitu BIMBEL Bahasa.
Bagaimana awalnya ia
lakukan, yaitu dengan membuat semacam iklan dan dimasukan kedalam koran ternama
di bandung, atau untuk sekarang di dunia online anda bisa menggunakan
situs-situs yang gratisan terlebih dahulu, misalnya Blog, FB dll, atau anda
bisa menggunakan dengan yang berbayar misalnya Blog yang berbayar agar lebih
terpercaya dan kredibel, FB Ads, Google Adword dll.
Apa yang terjadi
setelah itu? Yang meminta untuk mengajar sangatlah banyak, dan hal itu belumlah
terfikirkan olehnya. Saat itu belumlah terfikirkan olehnya menggaji karyawan,
bagaimana dia memposisikan ruangan untuk pembelajarannya. Hal itulah yang
membuatnya semakin memahami bagaimana cara membuat usaha, bisa mendapatkan
penghasilan lebih dan bisa menggaji karyawan. Mengapa bisa hal tersebut
terjadi? Karena dia mengupayakan dan mau melakukannya. Ingat prinsipnya “jalani
saja dulu, nanti juga bakalan ada solusinya”.
Meskipun pada akhirnya
usaha tersebut ia tutup, namun pada akhirnya ia tidak ada perasaan menyesalpun
dalam hatinya, karena dia yakin bahwa semua ini masih dalam proses pembelajaran.
Dan pilihan yang ia buat akan semakin membuat hidupnya makin berarti dan
tentunya penghasilanpun meningkat.
Memang perlu diakui
kenyataannya, untuk menjadi orang yang sukses membutuhkan keberanian yang besar
dan harus siap untuk menerima tantangan, perjalanan kesuksesan itu panjang.
Perjalanan sukses itu
ibarat mendaki gunung, seorang pendaki yang mendaki gunung pasti melewati
tebing yang curam, badai kabut diperjalanan, menghadapi jalan berliku yang
belum tentu bisa dilewati orang lain. Tentu ketika ia bisa mencapai puncak,
maka ia akan merasakan kesenangan yang luar bisa karena melewatinya dengan
susah payah.
Begitupun dengan
perjalanan mencapai kesuksesan. Yang paling seru pastinya adalah ketika
adik-adik bisa berhasil melewati perjalanan hidup yang keras dan berliku sampai
harus jatuh bangun sampai akhirnya menjadi orang terkenal dan sukses.
Setelah adik-adik
sukses, maka pengalaman yang telah dilalui akan terasa sangat berharga, ketika
diceritakan kepada oranglain, itu akan menjadi sebuah kebanggan tersendiri.
Karena oranglain belum tentu mempenyai pengalaman tersebut. Dan kalaupun
memiliki pengalaman yang sama belum tentu bisa melewati tantangan tersebut.





Tidak ada komentar:
Posting Komentar