KETIKA ANDA AKAN MELANGKAH,
BELAJARLAH
DARI KEGAGALAN
Hakikatnya, manusia
dilahirkan tanpa ada sekat dan perbedaan. Kita tidak akan pernah mendengar ada
seseorang yang baru dilahirkan langsung memakai baju, dan langsung
bercakap-cakap layaknya anak dewasa. Tidak ada yang seperti itu, bayi tetaplah
seorang bayi yang harus disusui, diberi makanan dan pakaian. Nah entahlah yang
menjadikannya perbedaan seperti si kaya dan si miskin, si pintar dan si bodoh.
Jika adik-adik sekarang
merasa bodoh atau merasa tidak mampu, lantas adik-adik akan menyalahkan siapa?
Memang benar dalam kehidupannya, di indonesia itu tingkat pendidikan dan
pendapatannya begitu tersekat dengan budaya kapital. Sesungguhnya tidak ada orang
yang miskin, tang ada adalah orang yang merasa dirinya miskin dan menerima
keadaannya. Begitupun dengan orang kaya, sesungguhnya mereka adalah orang yang
mau berusaha untuk mencukupi dirinya dengan memperlihatkan sesuatu yang lebih
dibandingkan dengan orang lain.
Ketidakmampuan yang
sekarang adik-adik rasakan atau adik miliki, itu bukanlah takdir Tuhan maupun
faktor keturunan. Tidak ada satupun kaitannya dengan itu semua. Ingat! Tidak
ada faktor keturunan. Yang menentukan adalah sikap dan mental yang terus
melekat untuk bangkit dari keterpurukan. Maka sekaranglah saatnya untuk
mengubah segalanya.
Buat anda yang merasa
dirinya tidak mampu, berkacalah dari sebuah kisah-kisah mereka yang berusaha
mengubah nasib dengan mencari permata yang hilang atau yang tertutup lumpur
yang bernama rintangan. Mereka adalah sang juara yang tidak mengenal lelah dan
membuat pelajaran dari kegagalan.
Misalnya kisah tentang
Thomas Alva Edison, pelajaran apa yang bisa kita dapatkan dari kisah perjalanan
hidupnya? Tentunya kisah tersebut tidak akan menjadi apa-apa apabila hanya
dijadikan sebagai tulisan saja tanpa adanya dorongan kemauan untuk melakukan
sesuatu seperti semangat edison. Mungkin diantara adik-adik ada yang pernah
mengatakan “saya gak bisa apa-aapa” atau “hidup lurus saja yang penting nikmati
hidup dengan bersenang-senang”.
Nah mungkin hari ini
adik-adik yang berfikiran seperti itu akan merasa senang, karena masih ada
teman yang bisa diakan bermain dan nongkrong bareng. Bagaiamana jika teman anda
itu pindah rumah, tiba-tiba orangtua anda terkena musibah yang menyebabkan
kehilangan seluruh harta, lihatlah mata mereka! Betapa besar harapan mereka
untuk bisa bangkit kembali, dan
adik-adik adalah salah satu harapan mereka. Masihkah untuk mencari teman
nongkrong? Atau anda akan frustasi dengan melampiaskannya pada narkoba sebagai
penenang? Mungkin benar akan tenang
dalam beberapa saat saja namun setelah itu akan dihantui lagi rasa bersalah dan
merasuk pikiran adik-adik. Bahkan akan menambah masalah bagi keluarga anda.
Baiklah, adik-adik
harus tahu ya bahwa dalam kehidupan ini pastinya akan selalu ada masalah.
Artinya semuanya akan terus mengalami masalah. Ketika anda menghindari masalah,
justru anda akan menambah masalah baru.
Sebaiknya hadapi saja
masalah tersebut dengan ketegaran dan pantang menyerah. Biarkanlah masalah itu
pergi dengan sendirinya, tidak ada maalah yang tidak terselesaikan, kecuali
adik-adik menganggapnya sebagai masalah besar.
Cobalah belajar untuk
mengambil resiko, seperti semut yang ebrani menanggung beban yang empat kali
lebih besar darinya. Tapi sadarkah anda, di balik itu ada resiko yang sangat
besar, mungkin bisa saja ia jatuh dantertimpa masa tersebut.
Semacam itulah
kehidupan, jika sudah ada tekad yang ditancapkan, pertama kali yang harus
dilakukan adalah bukanlah memikirkan resiko tersebut, tapi kerjakanlah!! Karena
dengan dikerjakan maka percayalah anda akan menemukan jalan untuk
memecahkannya. Kalau memang belum sanggup untuk memulainya, maka awalilah
dengan sebuah catatan;
Pertama; “hari ini saya
akan melakukan sesuatu yang belum tentu orang lain bisa melakukannya”.
Kedua: “hari ini akan
lebih baik daripada hari kemarin”.
Peganglah kata-kata
tersebut! Buatlah komitmen dan kemudian cobalah untuk bertindak!
Dalam tubuh manusia,
pikiran negtif itu bagaikan kotoran yang menggenang sehingga membuatmu sulit
untuk berfikir solutif.sehingga adik-adik akan merasa kesulitan dalam
memecahkan masalah.
Silahkan coba ikuti
langkah-langkah berikut ini:
Langkah pertama:
Duduklah santai dan
bersila, tegakkan tubuhmu. Santai dan rilex. Hindari hal-hal yang membuatmu
kurang nyaman.
Langkah kedua:
Mulailah pejamkan mata.
Pusatkan pikiran untuk memasuki dunia kekosongan, seolah-olah tidak ada apapun
yang terjadi. Atau tidak membayangkan sesuatu apapun kecuali kekosongan dan
aturlah nafas.
Langkah ketiga:
Mulailah dengan
memusatkan pikiranmu mengenang masa lalu. Ingat-ingatlah, suatu kejadian yang
menimpa dan membuat anda berat melupakannya. Dan waktu itu anda merasa tidak
berhasil memecahkannya. Disana anda merasa malu kepada diri sendiri. Karena hal
itu disebabkan perbuatan anda.
Langkah ke empat:
Mulailah menerima
dengan lapang dada. Sesalilah perbuatanmu. Akuilah bahwa itu adalah
kesalahanmu. Jangan pernah menipu diri sendiri. Percayalah menipu diri itu akan
lebih merugikan bagi diri anda sendiri.
Tepuklah dada anda dan
katakan:
“Saya pasti bisa!! Saya pasti mampu! Tidak ada yang sulit! Masukan
kata-kata itu kedalam hati anda yang paling dalam.
Langkah kelima:
Bukalah mata. Aturlah
nafas dengan perlahan seolah anda merasakan kejrnihan berfikie kembali. Buatlah
rencana masa depan. Apa saja yang akan anda lakukan. Komitmenah dengan apa yang
anda tulis. Karena tulisan tersebut bagian dari cerminan kepribadian anda.





Tidak ada komentar:
Posting Komentar