Kamis, 08 September 2016

KETIKA ANDA AKAN MELANGKAH, BELAJARLAH DARI KEGAGALAN

KETIKA ANDA AKAN MELANGKAH, BELAJARLAH
DARI KEGAGALAN

Hakikatnya, manusia dilahirkan tanpa ada sekat dan perbedaan. Kita tidak akan pernah mendengar ada seseorang yang baru dilahirkan langsung memakai baju, dan langsung bercakap-cakap layaknya anak dewasa. Tidak ada yang seperti itu, bayi tetaplah seorang bayi yang harus disusui, diberi makanan dan pakaian. Nah entahlah yang menjadikannya perbedaan seperti si kaya dan si miskin, si pintar dan si bodoh.

Jika adik-adik sekarang merasa bodoh atau merasa tidak mampu, lantas adik-adik akan menyalahkan siapa? Memang benar dalam kehidupannya, di indonesia itu tingkat pendidikan dan pendapatannya begitu tersekat dengan budaya kapital. Sesungguhnya tidak ada orang yang miskin, tang ada adalah orang yang merasa dirinya miskin dan menerima keadaannya. Begitupun dengan orang kaya, sesungguhnya mereka adalah orang yang mau berusaha untuk mencukupi dirinya dengan memperlihatkan sesuatu yang lebih dibandingkan dengan orang lain.
Ketidakmampuan yang sekarang adik-adik rasakan atau adik miliki, itu bukanlah takdir Tuhan maupun faktor keturunan. Tidak ada satupun kaitannya dengan itu semua. Ingat! Tidak ada faktor keturunan. Yang menentukan adalah sikap dan mental yang terus melekat untuk bangkit dari keterpurukan. Maka sekaranglah saatnya untuk mengubah segalanya.
Buat anda yang merasa dirinya tidak mampu, berkacalah dari sebuah kisah-kisah mereka yang berusaha mengubah nasib dengan mencari permata yang hilang atau yang tertutup lumpur yang bernama rintangan. Mereka adalah sang juara yang tidak mengenal lelah dan membuat pelajaran dari kegagalan.
Misalnya kisah tentang Thomas Alva Edison, pelajaran apa yang bisa kita dapatkan dari kisah perjalanan hidupnya? Tentunya kisah tersebut tidak akan menjadi apa-apa apabila hanya dijadikan sebagai tulisan saja tanpa adanya dorongan kemauan untuk melakukan sesuatu seperti semangat edison. Mungkin diantara adik-adik ada yang pernah mengatakan “saya gak bisa apa-aapa” atau “hidup lurus saja yang penting nikmati hidup dengan bersenang-senang”.
Nah mungkin hari ini adik-adik yang berfikiran seperti itu akan merasa senang, karena masih ada teman yang bisa diakan bermain dan nongkrong bareng. Bagaiamana jika teman anda itu pindah rumah, tiba-tiba orangtua anda terkena musibah yang menyebabkan kehilangan seluruh harta, lihatlah mata mereka! Betapa besar harapan mereka untuk bisa bangkit kembali,  dan adik-adik adalah salah satu harapan mereka. Masihkah untuk mencari teman nongkrong? Atau anda akan frustasi dengan melampiaskannya pada narkoba sebagai penenang?  Mungkin benar akan tenang dalam beberapa saat saja namun setelah itu akan dihantui lagi rasa bersalah dan merasuk pikiran adik-adik. Bahkan akan menambah masalah bagi keluarga anda.
Baiklah, adik-adik harus tahu ya bahwa dalam kehidupan ini pastinya akan selalu ada masalah. Artinya semuanya akan terus mengalami masalah. Ketika anda menghindari masalah, justru anda akan menambah masalah baru.
Sebaiknya hadapi saja masalah tersebut dengan ketegaran dan pantang menyerah. Biarkanlah masalah itu pergi dengan sendirinya, tidak ada maalah yang tidak terselesaikan, kecuali adik-adik menganggapnya sebagai masalah besar.

Cobalah belajar untuk mengambil resiko, seperti semut yang ebrani menanggung beban yang empat kali lebih besar darinya. Tapi sadarkah anda, di balik itu ada resiko yang sangat besar, mungkin bisa saja ia jatuh dantertimpa masa tersebut.
Semacam itulah kehidupan, jika sudah ada tekad yang ditancapkan, pertama kali yang harus dilakukan adalah bukanlah memikirkan resiko tersebut, tapi kerjakanlah!! Karena dengan dikerjakan maka percayalah anda akan menemukan jalan untuk memecahkannya. Kalau memang belum sanggup untuk memulainya, maka awalilah dengan sebuah catatan;
Pertama; “hari ini saya akan melakukan sesuatu yang belum tentu orang lain bisa melakukannya”.
Kedua: “hari ini akan lebih baik daripada hari kemarin”.
Peganglah kata-kata tersebut! Buatlah komitmen dan kemudian cobalah untuk bertindak!
Dalam tubuh manusia, pikiran negtif itu bagaikan kotoran yang menggenang sehingga membuatmu sulit untuk berfikir solutif.sehingga adik-adik akan merasa kesulitan dalam memecahkan masalah.
Silahkan coba ikuti langkah-langkah berikut ini:
Langkah pertama:
Duduklah santai dan bersila, tegakkan tubuhmu. Santai dan rilex. Hindari hal-hal yang membuatmu kurang nyaman.
Langkah kedua:
Mulailah pejamkan mata. Pusatkan pikiran untuk memasuki dunia kekosongan, seolah-olah tidak ada apapun yang terjadi. Atau tidak membayangkan sesuatu apapun kecuali kekosongan dan aturlah nafas.
Langkah ketiga:
Mulailah dengan memusatkan pikiranmu mengenang masa lalu. Ingat-ingatlah, suatu kejadian yang menimpa dan membuat anda berat melupakannya. Dan waktu itu anda merasa tidak berhasil memecahkannya. Disana anda merasa malu kepada diri sendiri. Karena hal itu disebabkan perbuatan anda.
Langkah ke empat:
Mulailah menerima dengan lapang dada. Sesalilah perbuatanmu. Akuilah bahwa itu adalah kesalahanmu. Jangan pernah menipu diri sendiri. Percayalah menipu diri itu akan lebih merugikan bagi diri anda sendiri.
Tepuklah dada anda dan katakan:
Saya pasti bisa!! Saya pasti mampu! Tidak ada yang sulit! Masukan kata-kata itu kedalam hati anda yang paling dalam.
Langkah kelima:
Bukalah mata. Aturlah nafas dengan perlahan seolah anda merasakan kejrnihan berfikie kembali. Buatlah rencana masa depan. Apa saja yang akan anda lakukan. Komitmenah dengan apa yang anda tulis. Karena tulisan tersebut bagian dari cerminan kepribadian anda.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar