Ada sebuah quotes
tentang mengenali diri sendiri:
“Pertama kali dalam
hidup, yang harus kau cari adalah kenalilah dirimu”
Socrates)
Jika saat masa mudamu
dihabiskan dengan anya nongkrong dengan teman-teman hingga larut malam dan
bangun kesiangan, percaya deh, bahwa itu ibarat menanam benih di tanah tandus
tanpa diberi air dan pupuk, ia akan layu, bahkan akan mati kekeringan. Begitupun
dengan anda yang sekarang masih seperti itu, bergegaslah kawan! Karena jika
anda tetap seperti itu, jangan salahkan oranglain seandainya anda kebingan
dalam menentukan arah laju nasib. Karena sebuah pikiran akan menjadi sebuah
perkataan, perkataan akan menjadi sebuah tindakan dan tindakan akan menjadi
sebuah karakter. Anda akan layu bersamaan dengan berkembangnya zaman, sekarang
mungkin anda masih bisa meminta uang kepada orangtua, namun apakah nanti bisa
seperti itu, ketika mereka telah tiada? Tentu saja tidak! Anda harus mandiri
dan itu harus dilakukan di saat usia muda! Jangan sampai terlambat, jangan
sampai anda tidak tahu apa yang harus dlakukan, sehingga anda merasa dunia ini
gelap dan anda merasa seperti tidak berguna.
Lihatlah kawan, ketika
orangtua di pagi hari sudah mulai bersiap-siap untuk pergi bekerja, lantas anda
masih diam, tidur-tiduran, maka ketika anda hanya seperti itu terus anda akan
menyesal selamanya. Lihat pula orang lain kawan! Para pedagang yang sibuk
melayani pelanggan, supir angkot yang siap membawa penumpang.
Ingat, bahwa Allah SWT
menciptakan manusia ke bumi itu sebagai khalifah, iya sebagai wakil Allah di
bumi. Coba bayangkan bahwa betapa beratnya tanggung jawab yang diemban. Padahal
dalam kenyataannya manusia itu makhluk yang rakus dan selalu membuat kerusakan.
Tahukah anda, ketika
Allah SWT mengistimewakan manusia daripada makhluk lain? Ternyata dibalik
kerusakan yang ditimbulkan oleh manusia terdapat keistimewaan yang luar biasa.
Keistimewaan tersebut tidaklah dimiliki oleh makhluk lain kecuali hanya manusia
saja, nah keistimewaan manusia itu ada 2, yaitu pemahaman dan akal-budi.
Tahukah anda apa
keistimewaan dari pemahaman dan akal budi?
Melalui pemahaman,
manusia akan mengerti apapun. Benda apa itu dan bagaimana kegunaannya, nah
manusia akan mengerti kedua hal tersebut. Contohnya, tanah, nah manusia dengan
pemahamannya akan mengetahui bentuk tanah seperti apa, kegunaannya seperti apa,
sehingga diciptakanlah segala sesuatu yang terbuat dari tanah seperti
rumah-rumahan atau apartemen yang bisa kita nikmati saat ini. Sementara akal
budi adalah pembeda. Amana yang dikatakan baik dan mana yang dikatakan buruk,
mana yang indah dan mana yang jelek.
Seandainya bumi ini
diisi oleh malaikat, tentunya dunia ini akan sepi. Karena mereka tidak memiliki
hawa nafsu, diam saja jika tidak ada peruintah dari Allah dan malaikat itu
hanya memiliki kehendak tidak diberikan pemahaman dan akal-budi. Nah tentunya
ketika kita sudah mengetahui betapa istimewanya manusia dengan makhluk lain.
Maka sudah sangat wajar apabila manusia dijadikan sebagai khalifah di muka bumi
ini.
Ketika hari-hari yang
anda lewati dengan hanya menyia-nyiakan waktu, maka sebenarnya anda telah
menghilangkan jati diri anda sendiri sebagai seorang manusia. Ketika kehilangan
jati diri maka anda akan sangat mirip dengan zombie. Tidak memiliki arah dan
tujuan dalam hidup, kehidupan zombie sangat merugikan orang lain karena ia akan
terus mencari mangsa dengan menghisap darah orang lain agar bisa bertahan
hidup.
Tentunya anda tidak
ingin kan menjadi zombie, yang hanya memanfaatkan orang lain dan merugikannya, sudah
saatnya anda untuk mendobrak kebiasaan buruk! Karena anda seorang pejuang yang
dilahirkan dengan membawa kemenangan, sekarang saatnya anda menata masa depan
dan menunjukan kepada dunia siapa anda sesungguhnya.
Ada sebuah quotes yang
berbunyi:
“Hidup itu lakasana
kanvas putih yang belum tergores apapun, sedangkan kuasnya adalah perbuatanmu
yang siap mengukir diatasnya”
(Filsuf,
Jhon Lock)
Hidup itu seperti
melukis sesuatu yang kelak anda akan menikmati hasilnya. Jika tangan yang anda
gerakan di atas kanvas adalah sesuatu yang indah dan berarti, maka betapa
beruntungnya anda. Begitu pula sebaliknya, jika kehidupanmu ditorehkan dengan
sesuatu yang tidak berarti dan sekedar corat-coret, maka kelak akan merugi.






Tidak ada komentar:
Posting Komentar