Selasa, 06 September 2016

BELAJAR MENGENALI DIRI SEBAGAI SEORANG MAHASISWA



Ada sebuah quotes tentang mengenali diri sendiri:
“Pertama kali dalam hidup, yang harus kau cari adalah kenalilah dirimu”
                                                                                                       Socrates)




Jika saat masa mudamu dihabiskan dengan anya nongkrong dengan teman-teman hingga larut malam dan bangun kesiangan, percaya deh, bahwa itu ibarat menanam benih di tanah tandus tanpa diberi air dan pupuk, ia akan layu, bahkan akan mati kekeringan. Begitupun dengan anda yang sekarang masih seperti itu, bergegaslah kawan! Karena jika anda tetap seperti itu, jangan salahkan oranglain seandainya anda kebingan dalam menentukan arah laju nasib. Karena sebuah pikiran akan menjadi sebuah perkataan, perkataan akan menjadi sebuah tindakan dan tindakan akan menjadi sebuah karakter. Anda akan layu bersamaan dengan berkembangnya zaman, sekarang mungkin anda masih bisa meminta uang kepada orangtua, namun apakah nanti bisa seperti itu, ketika mereka telah tiada? Tentu saja tidak! Anda harus mandiri dan itu harus dilakukan di saat usia muda! Jangan sampai terlambat, jangan sampai anda tidak tahu apa yang harus dlakukan, sehingga anda merasa dunia ini gelap dan anda merasa seperti tidak berguna.

Lihatlah kawan, ketika orangtua di pagi hari sudah mulai bersiap-siap untuk pergi bekerja, lantas anda masih diam, tidur-tiduran, maka ketika anda hanya seperti itu terus anda akan menyesal selamanya. Lihat pula orang lain kawan! Para pedagang yang sibuk melayani pelanggan, supir angkot yang siap membawa penumpang.



Ingat, bahwa Allah SWT menciptakan manusia ke bumi itu sebagai khalifah, iya sebagai wakil Allah di bumi. Coba bayangkan bahwa betapa beratnya tanggung jawab yang diemban. Padahal dalam kenyataannya manusia itu makhluk yang rakus dan selalu membuat kerusakan.
Tahukah anda, ketika Allah SWT mengistimewakan manusia daripada makhluk lain? Ternyata dibalik kerusakan yang ditimbulkan oleh manusia terdapat keistimewaan yang luar biasa. Keistimewaan tersebut tidaklah dimiliki oleh makhluk lain kecuali hanya manusia saja, nah keistimewaan manusia itu ada 2, yaitu pemahaman dan akal-budi.
Tahukah anda apa keistimewaan dari pemahaman dan akal budi?
Melalui pemahaman, manusia akan mengerti apapun. Benda apa itu dan bagaimana kegunaannya, nah manusia akan mengerti kedua hal tersebut. Contohnya, tanah, nah manusia dengan pemahamannya akan mengetahui bentuk tanah seperti apa, kegunaannya seperti apa, sehingga diciptakanlah segala sesuatu yang terbuat dari tanah seperti rumah-rumahan atau apartemen yang bisa kita nikmati saat ini. Sementara akal budi adalah pembeda. Amana yang dikatakan baik dan mana yang dikatakan buruk, mana yang indah dan mana yang jelek.
Seandainya bumi ini diisi oleh malaikat, tentunya dunia ini akan sepi. Karena mereka tidak memiliki hawa nafsu, diam saja jika tidak ada peruintah dari Allah dan malaikat itu hanya memiliki kehendak tidak diberikan pemahaman dan akal-budi. Nah tentunya ketika kita sudah mengetahui betapa istimewanya manusia dengan makhluk lain. Maka sudah sangat wajar apabila manusia dijadikan sebagai khalifah di muka bumi ini.
Ketika hari-hari yang anda lewati dengan hanya menyia-nyiakan waktu, maka sebenarnya anda telah menghilangkan jati diri anda sendiri sebagai seorang manusia. Ketika kehilangan jati diri maka anda akan sangat mirip dengan zombie. Tidak memiliki arah dan tujuan dalam hidup, kehidupan zombie sangat merugikan orang lain karena ia akan terus mencari mangsa dengan menghisap darah orang lain agar bisa bertahan hidup.
Tentunya anda tidak ingin kan menjadi zombie, yang hanya memanfaatkan orang lain dan merugikannya, sudah saatnya anda untuk mendobrak kebiasaan buruk! Karena anda seorang pejuang yang dilahirkan dengan membawa kemenangan, sekarang saatnya anda menata masa depan dan menunjukan kepada dunia siapa anda sesungguhnya.
Ada sebuah quotes yang berbunyi:

“Hidup itu lakasana kanvas putih yang belum tergores apapun, sedangkan kuasnya adalah perbuatanmu yang siap mengukir diatasnya”
                                                                                           (Filsuf, Jhon Lock)



Hidup itu seperti melukis sesuatu yang kelak anda akan menikmati hasilnya. Jika tangan yang anda gerakan di atas kanvas adalah sesuatu yang indah dan berarti, maka betapa beruntungnya anda. Begitu pula sebaliknya, jika kehidupanmu ditorehkan dengan sesuatu yang tidak berarti dan sekedar corat-coret, maka kelak akan merugi.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar