Rabu, 21 September 2016

ADA LIMA FAKTOR YANG HARUS ADIK-ADIK PERTIMBANGKAN SAAT AKAN MENJADI MAHASISWA

ADA LIMA FAKTOR YANG HARUS ADIK-ADIK PERTIMBANGKAN
SAAT AKAN MENJADI MAHASISWA


Sebagai mahasiswa, adik-adik telah memiliki tanggung jawab yang besar, baik kepada diri sendiri maupun kepada oranglain. Bukankah Mahasiswa itu adalah “agent of change”? change for what? Secara sederhana saja, seorang mahasiswa itu harus bisa mengubah dirinya sendiri terlebih dahulu, yang awalnya malas-malasan kemudian berubah menjadi rajin dan semangat dalam menjalani kehidupan dan perkuliahan. Seorang mahasiswa harus bisa mengubah keadaannya, keadaan keluarganya, dan yang terpenting adalah mahasiswa harus bisa mengubah tatanan masyarakat yang rusak. Sekarang adik-adik harus menyadari bahwa adik-adik sudah bukan lagi siswa atau anak SMA yang segala sesuatunya masih harus diatur oleh oranglain dan masih minta uang jajan dari orangtua. Sekarang mumpung adik-adik masih awal perkuliahan, adik-adik harus bisa mengatur hidup adik-adik sendiri.

Ada beberapa tips dari Alicia Kosasih, seorang kandidat BSBA Boston University dibidang Manajemen Teknologi dan operasi. Mudah-mudahan bisa memberikan pencerahan kepada adik-adik dan lebih “ngeh” bagaimana cara memilih jurusan yang tepat sebelum nanti terlambat.
Lantas apa saja faktor yang harus adik-adik pertimbangkan ketika akan memilih jurusan di perguruan tinggi? Nah menurutnya ada lima faktor utama yang tidak boleh ditinggalkan ketika adik-adik akan membuat keputusan, yaitu Passion, Talent, Motivation, Personal Values, dan Future Expectations. Agar adik-adik tidak kebingungan maka disini saya akan menjabarkan semuanya.
1.      Passion
Menurut saya, passion adala salah satu faktor yang paling penting ketika adik-adik akan memilih jurusan diperguruan tinggi, bayangkan oleh adik-adik ketika adik-adik masuk ke jurusan yang tidak adik-adik sukai, pastinya adik-adik akan merasakan stuck selama empat tahun tersebut, tentunya hal itu bukanlah sesuatu yang diinginkan oleh adik-adik yang akan mengalami masa-masa perkuliahan selama empat tahun kedepan, waktu kulia adik-adik akan sama sekali menjadi tidak menarik kalau adik-adik melakukannya karena terpaksa.
Ketika adik-adik merasakan hal tersebut, nah adik-adik coba cari kegiatan dikampus yang menarik bagi adik-adik untuk berpartisipasi didalamnya, menurut Alicia Kosasih, ketika ia sedang berkuliah di Boston University, ada lebih dari lima ratus student organization and movement yang bisa kamu ikuti. Jangan takut ketika adik-adik merasa memilih jurusan yang eksentrik, karena salah satu keunggulan pendidikan di amerika adalah Limitless Choice of major. Apapun jurusan yang muncul dipikiran adik-adik, biasanya pasti akan ada universitas disini yang menyelenggarakan program tersebut. Tentunya semua orang punya ekspektasi ideal tentang dream jobsnya. Nah, impian adik-adik ini bisa dijadikan sebagai motivasi dalam memilih jurusan nantinya.
2.      Talent
Coba adik-adik nilai diri adik-adik sendiri dalam hal performance dan prestasi di sekolah. Jadi pastinya adik-adik harus lebih bisa memanage waktu dan kemampuan supaya adik-adik tidak keteteran dalam mengerjakan tugas. Hal apa saja yang sudah adik-adik lakukan ketika masi disekolah baik itu dari sisi akademis maupun dari sisi non akademis seperti Osis, jadi event organizer untuk sport competition, ketua dari fund raising project dll. Atau adik-adik merasa lebih baik dalam mengerjakan suatu bidang, misalnya mendesain eksperimen, solve numerical problems, mendesain software and applications, meliput berita, membangun small businesses atau communicating with other people. Selain itu kebiasaan adik-adik dalam belajar juga boleh jadi bahan pertimbangan. Apa adik-adik tipe yang lebih suka keluar dan berkomunikasi dengan orang lain atau adik-adik adalah tipe yang sanggup duduk berjam-jam dan menyelesaikan assignment sendiri? Biarpun kesannya hal-hal itu kurang ada kaitannya dengan memilih jurusan, menrut saya sebenarnya ini lumayan penting.
3.      Motivation
Menurut pandangan saya, motivasi adalah salah satu dari makna kehidupan. Sulit rasanya bagi saya untuk membayangkan kalau kuliah tanpa motivasi, tanpa tujuan, tanpa arah yang jelas setela lulus kita mau apa. Selama ini pula saya sering menemui teman-teman saya yang mengeluh karena mereka sudah tidak memiliki motivasi lagi untuk kuliah. Alasan sederhana yang sering mereka lontarkan adalah mereka merasa salah memilih jurusan kuliah, kamu tidak akan pernah tahu, apa yang menyebabkan itu terjadi pada dirimu. Ketika kamu berhasil membuat bbeberapa nominasi jurusan yang kamu minati, coba adik-adik bertanya kepada diri sendiri, apa yang memotivasi adik-adik untuk memilih jurusan tersebut? Apakah adik-adik awalnya memilih jurusan tersebut murni karena didasari oleh minat, bakat dan personal values? Atau hanya karena adik-adik merasa tertekan oleh orangtua atau teman-teman sekitar? Tentunya adik-adik pernah mendengar orang-orang yang akhirnya End Up di jurusan yang kurang mereka sukai, hanya karena sebaian besar teman-teman dekat mereka memutuskan untuk mendalami jurusan tersebut.
Ada lagi alasan lain kenapa biasanya sering terjadi salah dalam memilih jurusan, yaitu opini orang lain. Menanggapi pemikiran seperti ini, adik-adik bisa menjawabnya, “apa yang menurut sebagian orang benar, belum tentu itu pas dengan apa yang sebenarnya saya mau dan butuhkan? Motivasi menurut saya sangat penting. Adik-adik harus yakin dan bisa pastikan bahwa motivasi tersebut akan tetap menyala selama empat tahun kedepan dalam melewati masa-masa kuliah ini.
4.      Personal Values
Sekarang pikirkanlah beberapa nilai dan prinsip yang akan menghantarkan kehidupan adik-adik untuk melihat dunia. Agar lebih gampang maka akan lebih baik kalau saya contohkan langsung, misalkan mengambil jurusan Ilmu Lingkungan. Bagi saya, contoh ini menarik karena dalam jurusan ini banyak menggabungkan ilmu eksakta dan moral values dalam analisisnya. Ketika anda diberikan dua pilihan antara menghilangkan daerah hijau supaya pembangunan bisa terus maju atau mempertahankan lahan alami tersebut, mana yang akan adik-adik pilih? mungkin bagi mereka urbanisasi lebih penting, dan mereka tidak keberatan kalau pohon-pohon ditebang semua. Akan tetapi ada pihak yang mementingkan adanya lahan hijau. Percaya atau tidak, Personal Values juga akan mempunyai peranan penring ketika adik-adik terjun di sebuah jurusan, apa yang menurut kamu benar bisa jadi di jurusan tertentu. Tentunya akan sulit untuk menjalani suatu jurusan yang nilai-nilainya kurang sesuai dengan personality dan personal values adik-adik.
5.      Future Expectation (and Realities)

Buat saya, mencari keseimbangan di faktor ini yang paling ulit. Keseimbangan antara motivasi, talenta, dan pasion. Pertama, ada diantara kita yang sangat tertarik sama suatu jurusan, tapi dia sadar akan kemampuannya yang kurang cocok untuk mendalami bidang tersebut. Kedua ada lagi orang-orang yang sebenarnya punya kemampuan yang cukup disruatu bidang, tetapi mereka tidak tertarik untuk mengambil jurusan tersebut. Dan ada yang ketiga, kemampuan mereka sangat bagus sesuai dengan minat dan bakat, tapi mereka tahu bahwa peluangnya untuk berkarir dibidang tersebut sangat tipis.

Jumat, 09 September 2016

SUDAH JADI MAHASISWA ITU, MALU DONG KALAU NGEREPOTIN ORANGTUA TERUS!

SUDAH JADI MAHASISWA ITU, MALU DONG KALAU
NGEREPOTIN ORANGTUA TERUS!

Pada dasarnya, setiap anak yang suda menginjak usia baligh atau paling tidak sudah memasuki usia kuliah, akan merasa malu apabila terus-terusan meminta uang kepada orangtuanya. Nah termasuk anda sendiri salah satunya.
Nah pada saat anda memasuki dunia perkuliahan, anda akan mengalami yang namanya masa dilema diantara dua pilihan, satu sisi anda akan merasa malu karena meminta uang terus kepada orangtua karena merasa sudah tidak pantas, kasihan melihat adikmu yang masih sekolah atau bahkan anda tidak ingin terus-terus menjadi beban orangtua. Dan disisi lain posisimu masih belum bekerja dan karena alasan masih mahasiswa sehingga anda masih dikategorikan sebagai pelajar bukan sebagai pegawai.
Beruntung bagi mereka yang merasa orangtuanya masih perlu membiayainya, tapi malu dong kan salah satu tridharma perguruan tinggi itu “Agent of Change” yang artinya agen perubahan, ubahlah keadaan dari yang awalnya orangtua memberi ke kita, jadi kita yang memberi ke mereka atau paling tidak ya tidak menyusahkan merekalah. Karena dengan dimuali dengan hal-hal yang kecil secara tidak langsung akan membuat orangtua merasa bangga bahwa anaknya sudah mandiri.
Tentunya adik-adik awalnya memang belumlah siap untuk tidak meminta uang kepada orangtua, nah cobalah adik-adik untuk memberanikan diri dengan mengatakan kepada orangtua bahwa “bulan ini saya tidak akan meminta urang lagi”. Setelah itu kuatkan tekadmu, berdoalah karena dengan begitu Allah akan menunjukan berbagai jalan sehingga adik-adik akan mandiri. Resiko yang pertama kali akan dihadapi yaitu adik-adik tidak akan mempunyai uang untuk keprluan sehari-hari.
Ketika adik-adik sudah merasa tekadnya kuat, maka mulailah dari sekarang untuk memutar otak, kira-kira pekerjaan apa dan usaha apa yang bisa meningkatkan skill dan menghasilkan uang tanpa harus mengganggu kuliah. Jangan menyerah apabila dalam keehariannya adik-adik belum mendapatkan hasil, atau adik-adik tidak makan sama sekali. Kalau terjadi hal demikian, cobalah adik-adik untuk meminjam dulu ke teman asalkan adik-adik siap untuk membayarnya. Adik-adik sekarang masih di usia yang kreativitasnya sangat tinggi cobalah untuk berfikir dahulu, misalnya ada komunitas yang siap untuk menjadikan adik-adik mandiri, ikutilah kegiatan tersebut insya allah akan membuat adik-adik menjadi mandiri.
Disini ada sebuah kisah yang dapat memberikan inspirasi untuk mencari uang saat masih kuliah:
Seorang lelaki melanjutkan pendidikannya ke perguruan tinggi di Bandung, ketika itu ia memutuskan untuk mancari uang sendiri demi memenuhi kebutuhannya agar tidak meminta uang kepada orangtua lagi. Awalnya memang itu terasa berat baginya karena selain harus belajar ia juga harus mencari uang, tapi ia terus bekerja keras mencari uang dan ketika mendapatkan hasilnya ia pun merasa bangga karena sudah bisa lepas dari tanggungan orangtua dan bisa mengatur keuangan sendiri.
Tantangan demi tantangan harus ia hadapi dengan keuletan dan kesabaran, bahakan ia pernah tidak makan selama dua hari. Kenapa hal itu terjadi? Karena ia selalu minjam ke temen, karena malu ya akhirnya ia pun berpuasa dan sahur-bukapun hanya dengan segelas air putih saja. Betapapun perihnya kehidupan jangan pernah menyerah, jika satu pekerjaan atau satu usaha. Misalnya les bimbel bila memang belum mencukupi maka usahalah dengan berjualan apapun yang penting halal.
Oke kita lanjutkan lagi ceritanya ya, ketika hal itu terjadi dia tidak menyerah, ia mencoba hal lain dengan berjualan cilok, nah cilok itu bukanlah buatannya namun ia hanya menjualkan dagangannya saja. Ia berjualan di sekitar kampus dengan target pasarnya mahasiswa, teman sekelas. Selain jualan cilok, ia juga membuat lembaga kursus sendiri yaitu BIMBEL Bahasa.
Bagaimana awalnya ia lakukan, yaitu dengan membuat semacam iklan dan dimasukan kedalam koran ternama di bandung, atau untuk sekarang di dunia online anda bisa menggunakan situs-situs yang gratisan terlebih dahulu, misalnya Blog, FB dll, atau anda bisa menggunakan dengan yang berbayar misalnya Blog yang berbayar agar lebih terpercaya dan kredibel, FB Ads, Google Adword dll.
Apa yang terjadi setelah itu? Yang meminta untuk mengajar sangatlah banyak, dan hal itu belumlah terfikirkan olehnya. Saat itu belumlah terfikirkan olehnya menggaji karyawan, bagaimana dia memposisikan ruangan untuk pembelajarannya. Hal itulah yang membuatnya semakin memahami bagaimana cara membuat usaha, bisa mendapatkan penghasilan lebih dan bisa menggaji karyawan. Mengapa bisa hal tersebut terjadi? Karena dia mengupayakan dan mau melakukannya. Ingat prinsipnya “jalani saja dulu, nanti juga bakalan ada solusinya”.
Meskipun pada akhirnya usaha tersebut ia tutup, namun pada akhirnya ia tidak ada perasaan menyesalpun dalam hatinya, karena dia yakin bahwa semua ini masih dalam proses pembelajaran. Dan pilihan yang ia buat akan semakin membuat hidupnya makin berarti dan tentunya penghasilanpun meningkat.
Memang perlu diakui kenyataannya, untuk menjadi orang yang sukses membutuhkan keberanian yang besar dan harus siap untuk menerima tantangan, perjalanan kesuksesan itu panjang.
Perjalanan sukses itu ibarat mendaki gunung, seorang pendaki yang mendaki gunung pasti melewati tebing yang curam, badai kabut diperjalanan, menghadapi jalan berliku yang belum tentu bisa dilewati orang lain. Tentu ketika ia bisa mencapai puncak, maka ia akan merasakan kesenangan yang luar bisa karena melewatinya dengan susah payah.
Begitupun dengan perjalanan mencapai kesuksesan. Yang paling seru pastinya adalah ketika adik-adik bisa berhasil melewati perjalanan hidup yang keras dan berliku sampai harus jatuh bangun sampai akhirnya menjadi orang terkenal dan sukses.

Setelah adik-adik sukses, maka pengalaman yang telah dilalui akan terasa sangat berharga, ketika diceritakan kepada oranglain, itu akan menjadi sebuah kebanggan tersendiri. Karena oranglain belum tentu mempenyai pengalaman tersebut. Dan kalaupun memiliki pengalaman yang sama belum tentu bisa melewati tantangan tersebut.

LAKUKAN SESUATU YANG MENGHASILKAN KETIKA ANDA BERTEKAD UNTUK MANDIRI

LAKUKAN SESUATU YANG MENGHASILKAN KETIKA
ANDA BERTEKAD UNTUK MANDIRI

Coba sekarang adik-adik untuk memutar otak, cobalah untuk menghitung seberapa besar pengorbanan yang dilakukan oleh orangtua kepada adik-adik, yang di ingat saja! Pasti adik-adik akan kaget. Betapa besarnya pengorbanan mereka untuk bisa membiayai hidup adik-adik. Apakah mereka meminta kembali uang yang telah mereka berikan kepada adik-adik? Tentu tidak bukan, bahkan tidak seperpun! Jika kamu merasa kasihan dengan pengorbanan mereka, sebaiknya jangan pernah meminta. Sekarangkan adik-adik sudah memasuki dunia kuliah, malulah kalau terus-terusan meminta kepada orangtua. Seharusnya ya adik-adiklah yang berusaha untuk mencari uang sendiri bagi adik-adik bahkan kalau bisa berusahalah untuk memberi kepada mereka, karena bukan besar atau kecilnya (kalau bisa sih besar, hehehe), namun yang mereka harapkan adalah kemandirian dari adik-adik.
Jika sekarang adik-adik sudah memiliki tekad untuk belajar berpetualang dalam hidup, saatnya sekarang untuk mulai bergerak. Cara ampuh untuk memulai langkah adalah dengan ACTION. Bergeraklah, melangkahlah, bergegaslah, segera dan jangan tunggu waktumu!!




Agar jelas dalam bergerak, matap dalam melangkah, meski jalan berliku. Nah ada beberapa tips yang harus dipraktekan:
·  
    Buatlah alasan yang kuat.
Hal pertama yang harus dilakukan adalah mempunyai alasan yang kuat kenapa adik-adik ingin melakukannya. Ketika adik-adik memilih untuk melangkah dan bertekad mengejar impian, maka alasan apa yang membuatmu kuat untuk melangkah?
Nah hal ini penting loh adik-adik, supaya nanti adik-adik merasa perjalanannya begitu sangat berarti, karena di depan adik-adik ada impian yang hendak diraih dengan langkah-langkah yang tentunya diambil saat ini. Percayalah, dengan alasan yang kuat bisa menjadikan dorongan motivasi tersendiri buat adik-adik, terutama disaat langkah adik-adik mulai mengendor bahkan hampir terhenti.
·      Jangan berhenti, kejar terus!
Bila sudah ada alasan yang kuat, maka sekarang lakukanlah demi alasan yang mendorong adik-adik untuk melakukannya. Jangan pernah berhenti ditengah jalan, maju terus pantang mundur! Nah ada kisah yang paling menarik barangkali adik-adik juga sudah mengetahuinya, ialah kisah Thomas alfa Edison, dia terus bekerja keras tanpa henti dan mengejar terus, bayangkan beliau melakukan percobaan hingga mencapai 1000x, andai saja pas 999x beliau berhenti, barangkali pada saat ini belum ada yang namanya bola lampu, mungkin masih diterangi oleh lilin atau lampu petromak.
·      Hilangkan gengsi!
buat adik-adik yang sudah menjadi Mahasiswa, gengsi biasanya dijadikan sebagai nomor satu, “gengsi dong, masa anak kuliahan jualan, mendorong gerobak”. Itulah virus yang akan meracuni adik-adik dalam menapaki jalan sukses. Hilangkanlah dalam benak pikiran adik-adik hal-hal yang akan membuat perjalanan kesuksesanmu terhambat. Kalau tidak ya, mau tidak mau mandeg, mandeg kesuksesan adik-adik dan bahkan untuk mencapai kesuksesan tersebut ya hanyalah impian belaka.
·      Yakin!!
Biasanya menghilangkan gengsi saja tidaklah cukup, karena terkadang ada virus lain yang akan menghambatmu, yaitu tidak adanya keyakinan. Terkadang ketika adik-adik dihadapkan pada keharusan melakukan sesuatu, seka berbelit-belit dengan menimbang-nimbang resikonya. Coba deh, yakini saja dulu bahwa kamu pasti bisa, pasti adik-adik bisa melewatinya. Supaya kamu enggak menyesal dan mudah-mudahan keputusan adik-adik itu enggak meleset alias tepat. Bekerjalah untuk diri sendiri ya adik-adik, bukan untuk orang lain ya. Tekadkan dalam hati, adik-adik harus melakukan pekerjaan yang menghasilkan.
Setelah melakukan langkah awal, jangan pantang menyerah teruslah berusaha, jika gagal, bangkit lagi, lakukanlah terus-menerus. Karena dibalik kegagalan itu, adik-adik akan ditunjukan kekurangan yang harus adik-adik perbaiki. Nah adik-adik harus konsisten dan ulet, pasti bakalan ada jalan untuk terus-menerus menutupi kekurangan tersebut, karena kekurangan tersebut akan tampak ketika sudah dikerjakan.


Ketika sebuah rencana sudah matang, kadangkala ada saja hal-hal yang belum terkira malah terjadi dan membuat usaha adik-adik tidak berjalan lancar. Namun ketikda sudah ditengah jalan, akan mulai muncul kekurangan-kekurangan yang harus diperbaiki. Segeralah memperbaikinya, jangan emenunggu waktu. Kalau enggak nanti adik-adik akan rugi bahkan bangkrut. Melakukan sesuatu itu lebih baik daripada tidak sama sekali.

Cobalah untuk memulainya!!

Dan adik-adik akan merasakannya.

Kamis, 08 September 2016

KETIKA ANDA AKAN MELANGKAH, BELAJARLAH DARI KEGAGALAN

KETIKA ANDA AKAN MELANGKAH, BELAJARLAH
DARI KEGAGALAN

Hakikatnya, manusia dilahirkan tanpa ada sekat dan perbedaan. Kita tidak akan pernah mendengar ada seseorang yang baru dilahirkan langsung memakai baju, dan langsung bercakap-cakap layaknya anak dewasa. Tidak ada yang seperti itu, bayi tetaplah seorang bayi yang harus disusui, diberi makanan dan pakaian. Nah entahlah yang menjadikannya perbedaan seperti si kaya dan si miskin, si pintar dan si bodoh.

Jika adik-adik sekarang merasa bodoh atau merasa tidak mampu, lantas adik-adik akan menyalahkan siapa? Memang benar dalam kehidupannya, di indonesia itu tingkat pendidikan dan pendapatannya begitu tersekat dengan budaya kapital. Sesungguhnya tidak ada orang yang miskin, tang ada adalah orang yang merasa dirinya miskin dan menerima keadaannya. Begitupun dengan orang kaya, sesungguhnya mereka adalah orang yang mau berusaha untuk mencukupi dirinya dengan memperlihatkan sesuatu yang lebih dibandingkan dengan orang lain.
Ketidakmampuan yang sekarang adik-adik rasakan atau adik miliki, itu bukanlah takdir Tuhan maupun faktor keturunan. Tidak ada satupun kaitannya dengan itu semua. Ingat! Tidak ada faktor keturunan. Yang menentukan adalah sikap dan mental yang terus melekat untuk bangkit dari keterpurukan. Maka sekaranglah saatnya untuk mengubah segalanya.
Buat anda yang merasa dirinya tidak mampu, berkacalah dari sebuah kisah-kisah mereka yang berusaha mengubah nasib dengan mencari permata yang hilang atau yang tertutup lumpur yang bernama rintangan. Mereka adalah sang juara yang tidak mengenal lelah dan membuat pelajaran dari kegagalan.
Misalnya kisah tentang Thomas Alva Edison, pelajaran apa yang bisa kita dapatkan dari kisah perjalanan hidupnya? Tentunya kisah tersebut tidak akan menjadi apa-apa apabila hanya dijadikan sebagai tulisan saja tanpa adanya dorongan kemauan untuk melakukan sesuatu seperti semangat edison. Mungkin diantara adik-adik ada yang pernah mengatakan “saya gak bisa apa-aapa” atau “hidup lurus saja yang penting nikmati hidup dengan bersenang-senang”.
Nah mungkin hari ini adik-adik yang berfikiran seperti itu akan merasa senang, karena masih ada teman yang bisa diakan bermain dan nongkrong bareng. Bagaiamana jika teman anda itu pindah rumah, tiba-tiba orangtua anda terkena musibah yang menyebabkan kehilangan seluruh harta, lihatlah mata mereka! Betapa besar harapan mereka untuk bisa bangkit kembali,  dan adik-adik adalah salah satu harapan mereka. Masihkah untuk mencari teman nongkrong? Atau anda akan frustasi dengan melampiaskannya pada narkoba sebagai penenang?  Mungkin benar akan tenang dalam beberapa saat saja namun setelah itu akan dihantui lagi rasa bersalah dan merasuk pikiran adik-adik. Bahkan akan menambah masalah bagi keluarga anda.
Baiklah, adik-adik harus tahu ya bahwa dalam kehidupan ini pastinya akan selalu ada masalah. Artinya semuanya akan terus mengalami masalah. Ketika anda menghindari masalah, justru anda akan menambah masalah baru.
Sebaiknya hadapi saja masalah tersebut dengan ketegaran dan pantang menyerah. Biarkanlah masalah itu pergi dengan sendirinya, tidak ada maalah yang tidak terselesaikan, kecuali adik-adik menganggapnya sebagai masalah besar.

Cobalah belajar untuk mengambil resiko, seperti semut yang ebrani menanggung beban yang empat kali lebih besar darinya. Tapi sadarkah anda, di balik itu ada resiko yang sangat besar, mungkin bisa saja ia jatuh dantertimpa masa tersebut.
Semacam itulah kehidupan, jika sudah ada tekad yang ditancapkan, pertama kali yang harus dilakukan adalah bukanlah memikirkan resiko tersebut, tapi kerjakanlah!! Karena dengan dikerjakan maka percayalah anda akan menemukan jalan untuk memecahkannya. Kalau memang belum sanggup untuk memulainya, maka awalilah dengan sebuah catatan;
Pertama; “hari ini saya akan melakukan sesuatu yang belum tentu orang lain bisa melakukannya”.
Kedua: “hari ini akan lebih baik daripada hari kemarin”.
Peganglah kata-kata tersebut! Buatlah komitmen dan kemudian cobalah untuk bertindak!
Dalam tubuh manusia, pikiran negtif itu bagaikan kotoran yang menggenang sehingga membuatmu sulit untuk berfikir solutif.sehingga adik-adik akan merasa kesulitan dalam memecahkan masalah.
Silahkan coba ikuti langkah-langkah berikut ini:
Langkah pertama:
Duduklah santai dan bersila, tegakkan tubuhmu. Santai dan rilex. Hindari hal-hal yang membuatmu kurang nyaman.
Langkah kedua:
Mulailah pejamkan mata. Pusatkan pikiran untuk memasuki dunia kekosongan, seolah-olah tidak ada apapun yang terjadi. Atau tidak membayangkan sesuatu apapun kecuali kekosongan dan aturlah nafas.
Langkah ketiga:
Mulailah dengan memusatkan pikiranmu mengenang masa lalu. Ingat-ingatlah, suatu kejadian yang menimpa dan membuat anda berat melupakannya. Dan waktu itu anda merasa tidak berhasil memecahkannya. Disana anda merasa malu kepada diri sendiri. Karena hal itu disebabkan perbuatan anda.
Langkah ke empat:
Mulailah menerima dengan lapang dada. Sesalilah perbuatanmu. Akuilah bahwa itu adalah kesalahanmu. Jangan pernah menipu diri sendiri. Percayalah menipu diri itu akan lebih merugikan bagi diri anda sendiri.
Tepuklah dada anda dan katakan:
Saya pasti bisa!! Saya pasti mampu! Tidak ada yang sulit! Masukan kata-kata itu kedalam hati anda yang paling dalam.
Langkah kelima:
Bukalah mata. Aturlah nafas dengan perlahan seolah anda merasakan kejrnihan berfikie kembali. Buatlah rencana masa depan. Apa saja yang akan anda lakukan. Komitmenah dengan apa yang anda tulis. Karena tulisan tersebut bagian dari cerminan kepribadian anda.


Selasa, 06 September 2016

BELAJAR MENGENALI DIRI SEBAGAI SEORANG MAHASISWA



Ada sebuah quotes tentang mengenali diri sendiri:
“Pertama kali dalam hidup, yang harus kau cari adalah kenalilah dirimu”
                                                                                                       Socrates)




Jika saat masa mudamu dihabiskan dengan anya nongkrong dengan teman-teman hingga larut malam dan bangun kesiangan, percaya deh, bahwa itu ibarat menanam benih di tanah tandus tanpa diberi air dan pupuk, ia akan layu, bahkan akan mati kekeringan. Begitupun dengan anda yang sekarang masih seperti itu, bergegaslah kawan! Karena jika anda tetap seperti itu, jangan salahkan oranglain seandainya anda kebingan dalam menentukan arah laju nasib. Karena sebuah pikiran akan menjadi sebuah perkataan, perkataan akan menjadi sebuah tindakan dan tindakan akan menjadi sebuah karakter. Anda akan layu bersamaan dengan berkembangnya zaman, sekarang mungkin anda masih bisa meminta uang kepada orangtua, namun apakah nanti bisa seperti itu, ketika mereka telah tiada? Tentu saja tidak! Anda harus mandiri dan itu harus dilakukan di saat usia muda! Jangan sampai terlambat, jangan sampai anda tidak tahu apa yang harus dlakukan, sehingga anda merasa dunia ini gelap dan anda merasa seperti tidak berguna.

Lihatlah kawan, ketika orangtua di pagi hari sudah mulai bersiap-siap untuk pergi bekerja, lantas anda masih diam, tidur-tiduran, maka ketika anda hanya seperti itu terus anda akan menyesal selamanya. Lihat pula orang lain kawan! Para pedagang yang sibuk melayani pelanggan, supir angkot yang siap membawa penumpang.



Ingat, bahwa Allah SWT menciptakan manusia ke bumi itu sebagai khalifah, iya sebagai wakil Allah di bumi. Coba bayangkan bahwa betapa beratnya tanggung jawab yang diemban. Padahal dalam kenyataannya manusia itu makhluk yang rakus dan selalu membuat kerusakan.
Tahukah anda, ketika Allah SWT mengistimewakan manusia daripada makhluk lain? Ternyata dibalik kerusakan yang ditimbulkan oleh manusia terdapat keistimewaan yang luar biasa. Keistimewaan tersebut tidaklah dimiliki oleh makhluk lain kecuali hanya manusia saja, nah keistimewaan manusia itu ada 2, yaitu pemahaman dan akal-budi.
Tahukah anda apa keistimewaan dari pemahaman dan akal budi?
Melalui pemahaman, manusia akan mengerti apapun. Benda apa itu dan bagaimana kegunaannya, nah manusia akan mengerti kedua hal tersebut. Contohnya, tanah, nah manusia dengan pemahamannya akan mengetahui bentuk tanah seperti apa, kegunaannya seperti apa, sehingga diciptakanlah segala sesuatu yang terbuat dari tanah seperti rumah-rumahan atau apartemen yang bisa kita nikmati saat ini. Sementara akal budi adalah pembeda. Amana yang dikatakan baik dan mana yang dikatakan buruk, mana yang indah dan mana yang jelek.
Seandainya bumi ini diisi oleh malaikat, tentunya dunia ini akan sepi. Karena mereka tidak memiliki hawa nafsu, diam saja jika tidak ada peruintah dari Allah dan malaikat itu hanya memiliki kehendak tidak diberikan pemahaman dan akal-budi. Nah tentunya ketika kita sudah mengetahui betapa istimewanya manusia dengan makhluk lain. Maka sudah sangat wajar apabila manusia dijadikan sebagai khalifah di muka bumi ini.
Ketika hari-hari yang anda lewati dengan hanya menyia-nyiakan waktu, maka sebenarnya anda telah menghilangkan jati diri anda sendiri sebagai seorang manusia. Ketika kehilangan jati diri maka anda akan sangat mirip dengan zombie. Tidak memiliki arah dan tujuan dalam hidup, kehidupan zombie sangat merugikan orang lain karena ia akan terus mencari mangsa dengan menghisap darah orang lain agar bisa bertahan hidup.
Tentunya anda tidak ingin kan menjadi zombie, yang hanya memanfaatkan orang lain dan merugikannya, sudah saatnya anda untuk mendobrak kebiasaan buruk! Karena anda seorang pejuang yang dilahirkan dengan membawa kemenangan, sekarang saatnya anda menata masa depan dan menunjukan kepada dunia siapa anda sesungguhnya.
Ada sebuah quotes yang berbunyi:

“Hidup itu lakasana kanvas putih yang belum tergores apapun, sedangkan kuasnya adalah perbuatanmu yang siap mengukir diatasnya”
                                                                                           (Filsuf, Jhon Lock)



Hidup itu seperti melukis sesuatu yang kelak anda akan menikmati hasilnya. Jika tangan yang anda gerakan di atas kanvas adalah sesuatu yang indah dan berarti, maka betapa beruntungnya anda. Begitu pula sebaliknya, jika kehidupanmu ditorehkan dengan sesuatu yang tidak berarti dan sekedar corat-coret, maka kelak akan merugi.


MERANGKAI PETA NASIB SEBAGAI MAHASISWA



Dalam Al-Qura’an surat Ar-rad ayat 11 mentakan tentang nasib:
“sesunggunya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang mengubah apa yang ada pada diri mereka”

Ada satu hal yang mungkin terdengar sangat biasa dan bahkan kurang penting yang membuat saya merasa sangat tergelitik ingin anda menyadarinya. Yaitu mengenai kekhawatiran saya terhadap masa depan anda. Kenapa saya khawatir terhadap anda? Coba bayangkan diri anda, lihatlah kembali rutinitas anda, ketika kebiasaan anda begadang semalaman, poya-poya, bangun kesiangan hanya untuk membicarakan hal yang tidak penting, sholat subuh kelewat terus, nongkrong, ngerumpi, dan bahkan ketika ngobrol tersebut tak jarang membicarakan orang lain (Ghibah). Nah itulah sekilas fakta mengenai Mahasiswa saat ini yang tidak memiliki beban dan hidup sesukanya saja tanpa memikirkan sedikitpun yang namanya Masa Depan!
Sadarlah! Sedetik yang telah berlalu tidak akan penah kembali walau anda menangis darah!! Seperti tidak pernah melihat punggung sendiri. Seberapa pentingkah waktu anda?
Tahukah anda? Bukankah tuhan sendiri pernah menyerukan betapa pentingnya waktu? Merugilah, ia yang tergilas waktu yang dihabiskan untuk sesuatu yang tidak berarti apa-apa. Laksana buih bersama gemuruhnya ombak, ia hilang begitu saja dan tidak menjadi apapun. Tahukan anda? Bahwa perjuangan untuk menjadi seorang manusia tidaklah mudah. Bukankah anda seorang yang terlahir kedunia untuk berusaha mengejar dan mengalahkan sang waktu.
Ketika anda terlahir ke dunia, apakah sifat untuk berusaha mengejar dan mengalahkan sang waktu sebagai seorang pemenang masih melekat pada diri anda? Sifat tersbut mulai hilang ketika anda berada di masa remaja.
Masa remaja adalah masa yang amat menyenangkan. Dalam benak anda, anda akan merasa bangga ketika bisa nongkrong bareng teman-teman sambil ngecengin cewek-cewek yang lewat, gaya rambut yang mohek seolah ingin menunjukan pada dunia bahwa anda itu anak gaul. Nah ketika orangtua anda memanggil anda untuk segera pulang, dalam hati timbul perasaan gelisah, khawatir diejek temen.

Masa remaja adalah masa keemasan, ibarat bunga yang baru mekar, ia masih belum menyebarkan keharuman, namun ia adalah cikal bakal bunga yang siap dihinggapi kumbang-kumbang. Seperti masa remajamu yang ingin selalu merasa dilirik secara sempurna.



Ada sebuah quotes tentang pemuda, ini dia quotesnya:
Berikan aku 1000 orangtua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya, berikan aku 1 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia”
                                                                                                     (Bung Karno)

Dalam quotes tersebut terdapat sebuah pertanyaan, ada apa sebenarnya dengan seorang pemuda? Sehingga bung karno memanggil pemuda untuk mengguncangkan dunia? Karena sesungguhnya seorang pemuda itu memiliki kekuatan yang maha dahsyat, tahukah anda kekuatan yang maha dahsyat dari seorang pemuda? Diantaranya, semangat, optimis, berani, tangguh, kuat dan pantang menyerah. Tapi pada kenyataannya tidak sedikit pemuda yang menyadari kekuatan tersebut. Nah tahukah anda yang menyebabkan hal tersbut? Biasanya yang menyebabkan hal tersebut adalah lingkungan, merupakan faktor paling dominan yang mempengaruhinya. Karena lingkungan sedikit demi sedikit mempengaruhi pola pikir, tindakan dll. Dekatilah orang-orang yang positif agar menghantarkan anda ke positif pula.
Nah sebenarnya apa sih potensi yang dimiliki dalam jiwa pemuda, sehingga terdengar begitu istimewa? Karena pemuda adalah harapan bangsa dan pemuda itu pemimpin masa depan. Buat anda yang masih muda dan berjiwa pemuda, betapa istimewanya kalian. Karena pemuda itu:
·           Berani merombak dan bertindak revolusioner terhadap tatanan sistem yang rusak. Meraka adalah pemuda yang memiliki mental macan.
·          
Jika benar, katakan, “Ya, itu AKU”. Intinya jiwa pemuda lebih cenderung untuk dapat menonjolkan keberaniannya, dan hal itu hampir dimiliki oleh setiap pemuda. Namun, keberanian itu tentunya harus diarahkan kembali kepada sesuatu yang memang positif. Karena, banyak yang berani tawuran, tapi tidak berani membuka usaha gerobakan.
·           Memiliki moralitas yang tinggi, berwawasan, antusias, optimis dan teguh pendirian serta konsisten berkata dan bertindak (walk the talk). Mereka memiliki pandangan yang lurus, teguh pendirian dan tidak gampang terbawa arus. Ini merupakan tantangan yang cukup sulit bagi para remaja. Di era post modern ini, nilai guna (uses value) sudah mulai ditinggalkan dan mulai berganti dengan nilai simbol (symbol value). Dalam faktanya nilai simbol lebih penting daripada nilai guna. Biasanya menghampiri para remaja sehingga menghilangkan rasa percaya diri dan tidak konsisten. Contoh kasus dalam kehidupan sehari-hari, gaya apa yang sedang trend hari ini? Maka gaya itulah yang menjadi standar ukuran yang harus diikuti agar diterima ditengah-tengah masyarakat, jika tidak maka akan dicap gagap teknologi (gaptek) atau kurang update (kudate). Orang yang tidak teguh pendiriannya ibarat ilalang yang di hempas angina, ia akan mengikuti kemana arah angin berhembus. Iya kalau anginnya berhembus menuju langit, ilalang bisa terbang bebas dan melihat indahnya bumi. Tapi kalau berhembus ke laut? Ya mati sudah ilalang dimakan ombak.
·           Seorang yang tidak berputus asa, pantang mundur sebelum cita-citanya tercapai. Seharusnya, jangan pernah ada kata menyera sebelum cita-cita tercapai atau nanti anda akan merugi selamanya. Menggapai cita-cita merupakan perjalanan yang harus di tempuh, tentunya memerlukan waktu dong, melangkah dengan dengan bertahap. Karena, seribu langkah itu diawali dengan langkah awal. Masa depan itu haruslah diraih, jangan dibiarkan begitu saja. Karena kalau tidak, masa depanmu, ditentukan oleh orang lain.
Ada sebuah pepatah mengatakan:
jika hari ini kita tidak merencanakan masa depan, maka bersiaplah orang lain yang merencanakan masa depan kita”


Mau tahu bukti nyata tentang orang yang ditentukan nasibnya oleh orang lain? Ada banyak ko tipe orang kaya begitu, merekalah yang mengabdi untuk perusahaan orang lain, itulah kehidupan yang berada dalam perencanaan orang lain. Mending kalau sistemnya selaras dengan prinsip, kalau bertentangan kan repot jadinya. Ayo bergeraklah selagi masih muda membangun dan menciptakan, jangan anya mau ikut-ikutan saja. Mulailah bergerak, rencanakan masa depanmu. Karena, masa muda adala masa yang tepat untuk merangkai impian dan cita-cita.