Rabu, 31 Agustus 2016

luar biasa! 9 langkah ini akan menjadikan anda sebagai Mahasiswa yang Sukses secara Akademis


Ada kata-kata menarik dari Muhammad Fajrin Rasyid, seorang lulusan terbaik ITB, beliau mengatakan “Kalau IPK dipandang sebagai hal yang sepele, masa dengan hal sepele saja kita gagal? Mana mungkin kita layak untuk mendapatkan amanah yang lebih besar jika dengan hal sepele saja sudah gagal?”
Nah ini dia salah satu urusan yang sering kali dilewatkan oleh mahasiswa karena terlalu keasyikan berorganisasi sampai-sampai ia lupa dengan masalah akademisnya, hingga yang paling fatal adalah yang lain sudah lulus duluan ini masih saja berkutat dengan masalah matakuliah, nilai yang belum keluar dll. Tanda-tandanya yaitu kebiasaan sering bolos, nitip absen dengan alasan-alasan yang tidak jelas.
Kata-kata menarik yang disampaikan oleh Muhammad Fajrin Rasyid, seperti yang terlihat di atas, dengan prinsip itulah beliau dapat sukses dalam urusan akademisnya, dan dengan prinsip itulah beliau juga bisa menjadi salah satu mahasiswa yang mengikuti Student Exchange ke Daejon University selama satu tahun dan cita-citanya pun tidak main-main yaitu bisa melanjutkan studi S2 ke MIT USA. Dari fakta tersebut dapatlah kita pahami bahwa memang benar ketika hal-hal yang dianggap sepele lantas berhasil maka akan ada amanah yang lebih besar yang harus dijalani juga, ketika bisa sukses akademis beliau mendapatkan amanah untuk mengikuti student exchange ke Daejon University Korea, dan hebatnya lagi beliau lulus di ITB jurusan teknik informatika dengan IPK 4,0 (summa cumlaude).
Lalu bagaimana caranya agar jago dalam akademis, tidak hanya jago dalam berorganisasi, jago aksi. Nah disini ada beberapa tips yang telah terbukti ampuh, yaitu:
1.    Buat Goal Setting yang jelas
Untuk apa kuliah? Pertanyaan menjadi sangat penting, karena akumulasi dari niatlah munculnya tekad, tekadlah yang berbuah aksi nyata yang akan berdampak pada hasil yang akan dicapai. Ada sebagian mahasiswa yang saat ditanya tujuannya kuliah malah menjawab tidak jelas, tidak spesifik. Namun ada juga yang menjawanya dengan jelas dan spesifik, maka tentukanlahtujuan awal anda untuk kuliah agar tidak menyesal.
2.    Pahami buku panduan akademik
Penting sekali dalam memahami dan membuat strategi yang tepat dari panduan akademis yang kita miliki. Dari mulai SKS (sistem Kredit Semester) yang harus diambil selama perkuliahan, matakuliah wajib dan pilihan, mekanisme seminar dan skripsi. Panduan pembuatan makalah (setiap Universitas berbeda-beda) hingga sistem perkuliahan yang berlaku. Prioritasklanlah dalam perkuliahan itu matakuliah yang wajib dan matakuliah prasyarat terlebih dahulu dan satu lagi setelah itu diskusikan dulu dengan dosen pembimbing akademik J  
3.    Kenali karakter belajar
Cara belajar di dunia kampus sangat berbeda dengan sewaktu kita belajar di Sekolah Menengah. Banyak perbedaannya diantaranya jadwal, hal ini tergantung dari matakuliah yang dikontrak dan biasanya ini dimulai saat semester 3 karena tergantung dari IPK dan matakuliah prasyaratnya juga, dan juga pemilihan kelasnya juga sehingga akan mempengaruhi jadwal kuliah, lalu dosen ada yang terlambat dalam menyampaikan materi kuliahnya sehingga memerlukan adaptasi yang cepat agar bisa menegjar ketertinggalan tersebut. Nah karena masalah-masalah itulah sebagai mahasiswa atau calon mahasiswac harus menemukan strategi yang cocok dalam mengetahi pola dan gaya belajar yang paling cocok. Misalnya saya lebih cepat dalam menyerap ilmu di saat yang hening pada jam 03:00 pagi setelah solat tahajud.
4.    Ambil semester pendek
Semester pendek biasanya diselenggarakan sekitar 2-3 bulan tergantung dari perrguruan tingginya ada yang menyelenggarakannya ada pula yang tidak, oh iya dalam semester pendek (SP) ada dua yaitu untuk semester depan dan mengulang matakuliah yang kurang memuaskan disemester sebelumnya. Biasanya dalam Sp itu dibatasi matakuliahnya, dan biasanya ada bayaran khusus per SKS, misalnya 50 Ribu per SKS nya. Nah dalam semester pendek ambilah matakuliah yang wajib dan prasyarat agar dalam satu semester kedepan dapat membantu matakuliah yang dipersyaratkan tersebut untuk diambil.
5.    Nilai matakuliah kurang memuaskan
Karena dalam perkuliahan seringkali terdapat nilai yang kurang memuaskan, namun agar lebih baik dan tidak menghambat dalam kelulusan maka ambilah dulu matakuliah di semester itu atau semester atas kecuali kalau matakuliah itu merupakan matakuliah prasyarat ya mau tidak mau harus diambil dengan syarat harus bisa mengejar matakuliah di semester ini tahun depan. Semuanya adalah pilihan tentunya akan ada pengorbanan lebih yang harus dikeluarkan J
6.    Banyak membaca dan berlatih
Membaca bermanfaat untuk memperluas ilmu dan wawasan, berlatih membuat kita terampil dalam suatu bidang. Berinvestasilah untuk membeli buku-buku yang diperlukan, karena kita tahu keutamaan ilmu dibandingkan dengan harta. Ilmu menjaga diri, sedang harta kitalah yang menjaganya, ilmu tidak akan habis jika diberikan bahkan akan bertambah, sedangkan harta akan habis jika dibagi.
7.    Miliki orang-orang hebat disekeliling kita
Mulailah untuk memanfaatkan waktu lebih banyak untu belajar dari orang-orang yang hebat. Orang hebat itu bisa jadi ada disekitar kita, seperti teman sekelas yang mempunyai keahlian yang berbeda-beda, belajarlah dari mereka tentang kemampuan tersebut barangkali suatu saat itu akan bermanfaat dan berterima kasihlah kepada mereka barangkali ketika mendapatkan ilmu tersebut kita mendapatkan hikmahnya. Maka jadilah orang yang pandai bersyukur dan berterimakasih
8.    Hati-hati jebakan lingkungan
Nah ini nih masalah yang sering dihadapi oleh mahasiswa apalagi mahasiswa baru karena mereka masih polos dan belum mengerti keadaan dan kerasnya dunia kuliah (lebay banget). Kadang kita melihat bahwa dalam dunia mahasiswa ada seorang mahasiswa yang saat SMA dia sangat berprestasi namun saat kuliah dia malam melempem, lembek dan menurun prestasinya. Namun ada jukga yang saat SMA biasa-biasa saja namun karena motivasi untuk bangkit dan memperbaiki diri maka hasilya pun luar biasa dia menjadi sangat berprestasi. Maka dalam dunia kampus perhatikanlah lingkungan bisa jadi faktor-faktor seperti lokasi kosan, kemanan lingkungan dll. Berhati-hatilah dalam bergaul karena akan mempengaruhi dirimu kedepannya.
9.    Tanya pada orang yang sudah berpengalaman

Nah ada pepatah yang mengatakan bahwa pengalaman adalah guru yang terbaik. Pepatah tersebut ada benarnya loh, dengan bertnaya kepada orang yang sudah berpengalaman maka ketika menghadapi suatu permasalahan kita dapat mengefisienkan energi untuk tidak melakukan kesalahan-kesalahan yang tidak perlu dialami. Seperti bertanaya kepada kakak tingkat, misalnya terkait perkuliahan, dosen dan bagaimana dalam berorganisai.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar