Intellectual Power
Banyak yang merasa puas
bermain dengan kue lumpur padahal mereka seharusnya membuat kue malaikat.
Banyak yang membangun gubuk padahal seharusnya membangun istana.
(Dr. M. E. Dodd)
Berbicara mengenai
kekuatan intelektual, masyarakat pada umumnya biasa mengkolerasikannya dengan
kemampuan otak untuk berfikir atau yang lebih dikenal dengan sebutan
Intellectual Quotient. IQ adalah salah satu anugrah Allah SWT yang harus
disyukuri, salah satunya dengan mengoptimalkan kinerjanya. Sebelum membahas
mengenai IQ, ada beberapa hal yang mesti dipahami tentang seputar otak,
diantaranya:
· Komposisi:
72-78% air, 10-12% protein dan 8-10% lemak.
· Berat:
1,4 Kg atau sekitar 2% dari total berat tubuh.
· Nutrisi:
Oksigen, Glukosa, Air. Otak mengkonsumsi 20% dari suplai oksigen tubuh dan 20%
dari kalori yang kita butuhkan.
· Semakin
keras kita berfikir, semakin banyak kalori yang dibakar.
· Memiliki
100 miliar neuron
· Koneksi
antar sel= kecerdasan yang dapat dimanfaatkan.
· Otak
dapat belajar terus dari sejak lahir sampai akhir hayat.
Selanjutnya adalah bagian-bagian
dari otak diantaranya.
|
Otak
Kiri
|
Otak
Kanan
|
|
Logis
Sekuensial
Linear
Rasional
|
Acak
Tidak
teratur
Intuitif
Holistik
|
|
Kanan
Atas
Dinamis
Kreatif
|
Kiri
Atas
Analitis
Linier
|
|
Kanan
Bawah
Perasaan
Emosi
|
Kiri
Bawah
Detail
Rinci
|
Nah
ketika kita berfokus pada bagian-bagian dalam otak, tentu dong bahwa otak juga
memerlukan istirahat yang cukup, agar otak dapat beroperasi kembali secara
optimal, diantaranya dalam mengatur waktu tidur. Wakt tidur tergantung dari usia.
Bayi atau anak kecil tidur dengan durasi 14 jam dalam sehari, orang dewasa
sekitar 7,5 jam dan manula sekitar 6 jam sehari. Sebelum ditemukannya lampu
listrik, rata-rata orang tertidur selama 9 jam. Namun ini bukanlah tetapan yang
baku karenaada juga yang dapat tidur selama 3 jam jika setiap harinya sudah
mempunyai pola hidup yang sehat dan kecenderungan untuk lebih produktif. Pada
saat tidur, akan terjadi REM (Rapin Eye Movement). Pada saat inilah semua
informasi yang telah diterima selama satu hari akan diatur dalam otak dan
memori.
Otak Kiri vs Otak Kanan
Nah
disini akan dibahas mengenai pentingnya otak kanan dan otak kiri, karena
kedua-duanya sangat dibutuhkan dan keduanya pula memiliki kelebihan dan
kekurangannya. Nah dalam kesehariannya timbul sebuah pertanyaan, manakah yang
paling penting antara otak kiri atau otak kanan, disini ada sebuah ilustrasi
yang dapat memberikan gambaran mengenai perbandingan otak kiri dan otak kanan.
Otak
Kanan, lebih dikenal dengan sebutan otak kreatif dan otak imajinatif, sangat
bermanfaat untuk membuat solusi yang kreatif dari setiap masalah yang kita
hadapi, hingga tidak berlebihan jika para pengusaha sukses menggunakan potensi
otak kanan ini untuk berani memulai, berani mengambil resiko dan membuat
formula khas untuk menyelesaikan setiap permasalahan dalam tubuh perusahaan.
Begitu juga dengan para mahasiswa yang pandai bergaul dan berani memulai
usahanya dengan menggunakan otak kanannya. Nah bila kita renungkan kembali
tentu setiap orang juga membutuhkan otak kiri sebagai penyeimbang dalam
kehidupan ini, karena disinilah kita dapat melihat begitu pentingnya peran otak
kiri dalam menunjang kesuksesan. Karena bisa jadi orang yang hanya menggunakan
otak kanannya saja cenderung untuk ceroboh dan berani mengambil resiko yang
berakibat fatalkarena tidak memiliki perencanaan dalam manajemen resiko yang
baik. Nah disinilah peran otak kiri yang dengan tenang dan konsisten sehingga
dalam pengambilan keputusan dipikirkan secara matang terlebih dahulu agar
resiko dapat diminimalisir. Kita lihat berapa banyak pengusaha pemula yang
gagal karena ikut-ikutan, tidak punya ilmunya dll, berapa banyak mahasiswa yang
mendewakan otak kanannya harus gigit jari melihat teman-teman seangkatannya
lulus duluan telah mendapatkan peluang pekerjaan, usaha atau melanjutkan studi
S2. Jadi melihat realita tersebut dapatlah disimpulkan bahwa otak kiri maupun
otak kanan sama-sama pentingnya karena keduanya didesain dengan sempurna oleh
Allah SWT, maka tugas kita adalah memaksimalkan potensi yang telah ALLAH berikan.
Nah
disini ada perbandingan orang yang dominan otak kiri dan otak kanan, berikut
tabelnya.
|
Otak
Kiri
|
Otak
Kanan
|
|
Senang
dengan hal detail
|
Senang
dengan hal global
|
|
Spesialis
|
Generalis
|
|
Fokus
pada satu masalah
|
Dapat
memikirkan lebih dari satu masalah
|
|
Analitis
|
Kreatif
|
|
Teratur
|
Acak
(random)
|
|
Berbicara
lambat
|
Berbicara
cepat
|
|
Konseptor
yang bagus
|
Cocok
membuat keputusan strategis
|
|
Pemikir
yang handal
|
Komunikator
yang bertalenta
|
Nah
bagaimana sih caranya untuk memaksimalkan potensi dari otak kiti dan kanan,
mari kita bahas kiat mendahsyatkan kinerja otak.
A. Mengoptimalkan
Otak Kanan
- Berhenti sejenak dari rutinitas, karena rutinitas seringkali membuat jenuh dan terkadang dalam memecahkan masalah dipengaruhi oleh emosi bukan dengan kepala dingin. Nah salah satu caranya adalah mencari waktu, tempat dan suasana yang membuat hati tenang, pikiran rileks dan damai, lalu renungi setiap masalah yang dirasa berat, setelah itu mulailah mencari solusi yang kreatif dengan pikiran yang fresh setelah itu rasakanlah perbedaannya.
- Bangun pagi, mandi dan berolah raga, mulailah membiasakan bangun awal. Sebelum solat subuh biasakanlah mandi terlebih dahulu agar membangkitkan kinerja syaraf otak. Berolahragalah seperti lari pagi sambil menghirup udara karena bisa jadi dengan hal itu anda akan menemukan inspirasi usaha, ide yang bermanfaat.
- Miliki Diary Ide, nah setiap kita berfikir tenrlintas dalam benak kita ide-ide brilian yang muncul dan boleh jadi ide-ide itulah yang dapat menghantarkan kesuksesan yang lebih cepat. Namun jika tidak ada sebuah perangkat yang dapat ditulis kedalam sebuah diary, nampaknya ide tersebut akan hilang cepat atau lambat dan sesempatan emas pun akan hilang juga serta kesempatan tidak akan datang dua kali. Lalu seleksilah ide mana yang bagus dalam diary tersebut setelah itulah rasakanlah perubahannya.
- Berpikir Mungkin, nah disini banyak sekali orang yang membatasi diri dalam kreatifitas. Banyak orang mengatakan “mana mungkin”, tapi ubahlah dengan “mungkin” ..... pasti bisa.... saya akan mencoba..... dengan hal tersebut sesuatu yang tidak mungkin pasti menjadi mungkin.
- Berpikir beda, jika semua orang memiliki p[emikiran yang sama tentang sebuah persoalan, cobalah untuk memandang dengan sudut pandang yang berbeda. Carilah keterkaitan dari semua pengetahuan yang kita miliki, lalu formulasikan sebuah solusi kreatif untuk menyelesaikan masalah tersebut. Jangan takut berbeda pendapat dengan yang lain, bisa jadi ide kitalah yang terbaik.
B. Mengoptimalkan
Otak Kiri
- Fokuslah pada detail, mulailah untuk menyimak secara keseluruhan, mengerjakan pandual berurutan dan ikuti aturan yang telah ditetapkan. Beberapa yang sekedar melihat dan menganggapnya mudah, namun saat diminta untuk mempraktikannya kembali tidak bisa melakukannya dengan sepenuhnya karena boleh jadi ada langkah yang terlupakan.
- Berpikir Kritis dan Logis, kemampuan berpikir kritis dan lopgis harus terus menerus diasah, karena disanalah ekistensi manusia dengan makhluk lain dibedakan. Ada beberapa cara agar dapat dikembangkan dengan cara:
a. Membaca
buku yang berkualitas, untuk mengasah otak kiri, mulailah dengan membaca buku
yang berkualitas dan berbobot. Tidak perlu membatasi diri dengan bacaan yang
ingin dibaca. Yang penting kuatkanlah iman dan keyakinan sebelum membaca buku.
b. Ikuti
dskusi dan perdebatan yang berkualitas, diskusi dan debat yang dimaksud
bukanlah debat kusir, yang mempersoalkan yang tidak berfaedah. Namun yang didiskusikan
adalah sesuatu yang sangat bermanfaat, dengan argumentasi yang dapat
dipertanggungjawabkan, dan etika berdiskusi yang santun. Sehingga menambah
wawasan dan pemahaman bagi pendengar.
c. Memecahkan
sebuah teka-teki dan soal, ada beberapa teka-teki yang dapat memacu adrenalin
untuk dapat menyelesaikan teka-teki tersebut. Soal yang menuntut untuk
berpikirpun dapat membuat syaraf-syaraf otak bekerja dan tidak mati, dengan hal
ini dapat melatih kemampuan analitis dalam menyelesaikan sebuah permasalahan.
d. Mempelajari
bahasa baru, saat mempelajari bahasa yang baru, otak mencoba untuk
mengklasifikasikan dan mencocokkan beberapa bahasa baru dengan bahasa yang telah dikuasai. Hal ini
dapat membuat otak untuk terus-menerus mengaktifkan simpul-simpulnya, sehingga
koneksi antara satu dan yang lainnya semakin cepat. Dampaknya ia dapat
mempelajari bahsa baru dengan sangat cepat dam mudah dalam mengingatnya.







Tidak ada komentar:
Posting Komentar