Rabu, 31 Agustus 2016

intellectual power, sukses akademis!

Intellectual Power
Banyak yang merasa puas bermain dengan kue lumpur padahal mereka seharusnya membuat kue malaikat. Banyak yang membangun gubuk padahal seharusnya membangun istana.
(Dr. M. E. Dodd)




Berbicara mengenai kekuatan intelektual, masyarakat pada umumnya biasa mengkolerasikannya dengan kemampuan otak untuk berfikir atau yang lebih dikenal dengan sebutan Intellectual Quotient. IQ adalah salah satu anugrah Allah SWT yang harus disyukuri, salah satunya dengan mengoptimalkan kinerjanya. Sebelum membahas mengenai IQ, ada beberapa hal yang mesti dipahami tentang seputar otak, diantaranya:
·      Komposisi: 72-78% air, 10-12% protein dan 8-10% lemak.
·      Berat: 1,4 Kg atau sekitar 2% dari total berat tubuh.
·      Nutrisi: Oksigen, Glukosa, Air. Otak mengkonsumsi 20% dari suplai oksigen tubuh dan 20% dari kalori yang kita butuhkan.
·      Semakin keras kita berfikir, semakin banyak kalori yang dibakar.
·      Memiliki 100 miliar neuron
·      Koneksi antar sel= kecerdasan yang dapat dimanfaatkan.
·      Otak dapat belajar terus dari sejak lahir sampai akhir hayat.
Selanjutnya adalah bagian-bagian dari otak diantaranya.



Otak Kiri
Otak Kanan
Logis
Sekuensial
Linear
Rasional
Acak
Tidak teratur
Intuitif
Holistik

Kanan Atas
Dinamis
Kreatif
Kiri Atas
Analitis
Linier
Kanan Bawah
Perasaan
Emosi
Kiri Bawah
Detail
Rinci
Nah ketika kita berfokus pada bagian-bagian dalam otak, tentu dong bahwa otak juga memerlukan istirahat yang cukup, agar otak dapat beroperasi kembali secara optimal, diantaranya dalam mengatur waktu tidur. Wakt tidur tergantung dari usia. Bayi atau anak kecil tidur dengan durasi 14 jam dalam sehari, orang dewasa sekitar 7,5 jam dan manula sekitar 6 jam sehari. Sebelum ditemukannya lampu listrik, rata-rata orang tertidur selama 9 jam. Namun ini bukanlah tetapan yang baku karenaada juga yang dapat tidur selama 3 jam jika setiap harinya sudah mempunyai pola hidup yang sehat dan kecenderungan untuk lebih produktif. Pada saat tidur, akan terjadi REM (Rapin Eye Movement). Pada saat inilah semua informasi yang telah diterima selama satu hari akan diatur dalam otak dan memori.
Otak Kiri vs Otak Kanan
Nah disini akan dibahas mengenai pentingnya otak kanan dan otak kiri, karena kedua-duanya sangat dibutuhkan dan keduanya pula memiliki kelebihan dan kekurangannya. Nah dalam kesehariannya timbul sebuah pertanyaan, manakah yang paling penting antara otak kiri atau otak kanan, disini ada sebuah ilustrasi yang dapat memberikan gambaran mengenai perbandingan otak kiri dan otak kanan.
Otak Kanan, lebih dikenal dengan sebutan otak kreatif dan otak imajinatif, sangat bermanfaat untuk membuat solusi yang kreatif dari setiap masalah yang kita hadapi, hingga tidak berlebihan jika para pengusaha sukses menggunakan potensi otak kanan ini untuk berani memulai, berani mengambil resiko dan membuat formula khas untuk menyelesaikan setiap permasalahan dalam tubuh perusahaan. Begitu juga dengan para mahasiswa yang pandai bergaul dan berani memulai usahanya dengan menggunakan otak kanannya. Nah bila kita renungkan kembali tentu setiap orang juga membutuhkan otak kiri sebagai penyeimbang dalam kehidupan ini, karena disinilah kita dapat melihat begitu pentingnya peran otak kiri dalam menunjang kesuksesan. Karena bisa jadi orang yang hanya menggunakan otak kanannya saja cenderung untuk ceroboh dan berani mengambil resiko yang berakibat fatalkarena tidak memiliki perencanaan dalam manajemen resiko yang baik. Nah disinilah peran otak kiri yang dengan tenang dan konsisten sehingga dalam pengambilan keputusan dipikirkan secara matang terlebih dahulu agar resiko dapat diminimalisir. Kita lihat berapa banyak pengusaha pemula yang gagal karena ikut-ikutan, tidak punya ilmunya dll, berapa banyak mahasiswa yang mendewakan otak kanannya harus gigit jari melihat teman-teman seangkatannya lulus duluan telah mendapatkan peluang pekerjaan, usaha atau melanjutkan studi S2. Jadi melihat realita tersebut dapatlah disimpulkan bahwa otak kiri maupun otak kanan sama-sama pentingnya karena keduanya didesain dengan sempurna oleh Allah SWT, maka tugas kita adalah memaksimalkan potensi yang telah ALLAH berikan.


Nah disini ada perbandingan orang yang dominan otak kiri dan otak kanan, berikut tabelnya.
Otak Kiri
Otak Kanan
Senang dengan hal detail
Senang dengan hal global
Spesialis
Generalis
Fokus pada satu masalah
Dapat memikirkan lebih dari satu masalah
Analitis
Kreatif
Teratur
Acak (random)
Berbicara lambat
Berbicara cepat
Konseptor yang bagus
Cocok membuat keputusan strategis
Pemikir yang handal
Komunikator yang bertalenta
Nah bagaimana sih caranya untuk memaksimalkan potensi dari otak kiti dan kanan, mari kita bahas kiat mendahsyatkan kinerja otak.
A.      Mengoptimalkan Otak Kanan

  • Berhenti sejenak dari rutinitas, karena rutinitas seringkali membuat jenuh dan terkadang dalam memecahkan masalah dipengaruhi oleh emosi bukan dengan kepala dingin. Nah salah satu caranya adalah mencari waktu, tempat dan suasana yang membuat hati tenang, pikiran rileks dan damai, lalu renungi setiap masalah yang dirasa berat, setelah itu mulailah mencari solusi yang kreatif dengan pikiran yang fresh setelah itu rasakanlah perbedaannya.
  • Bangun pagi, mandi dan berolah raga, mulailah membiasakan bangun awal. Sebelum solat subuh biasakanlah mandi terlebih dahulu agar membangkitkan kinerja syaraf otak. Berolahragalah seperti lari pagi sambil menghirup udara karena bisa jadi dengan hal itu anda akan menemukan inspirasi usaha, ide yang bermanfaat.
  • Miliki Diary Ide, nah setiap kita berfikir tenrlintas dalam benak kita ide-ide brilian yang muncul dan boleh jadi ide-ide itulah yang dapat menghantarkan kesuksesan yang lebih cepat. Namun jika tidak ada sebuah perangkat yang dapat ditulis kedalam sebuah diary, nampaknya ide tersebut akan hilang cepat atau lambat dan sesempatan emas pun akan hilang juga serta kesempatan tidak akan datang dua kali. Lalu seleksilah ide mana yang bagus dalam diary tersebut setelah itulah rasakanlah perubahannya.
  • Berpikir Mungkin, nah disini banyak sekali orang yang membatasi diri dalam kreatifitas. Banyak orang mengatakan “mana mungkin”, tapi ubahlah dengan “mungkin” ..... pasti bisa.... saya akan mencoba..... dengan hal tersebut sesuatu yang tidak mungkin pasti menjadi mungkin.
  • Berpikir beda, jika semua orang memiliki p[emikiran yang sama tentang sebuah persoalan, cobalah untuk memandang dengan sudut pandang yang berbeda. Carilah keterkaitan dari semua pengetahuan yang kita miliki, lalu formulasikan sebuah solusi kreatif untuk menyelesaikan masalah tersebut. Jangan takut berbeda pendapat dengan yang lain, bisa jadi ide kitalah yang terbaik.

B.       Mengoptimalkan Otak Kiri
  •     Fokuslah pada detail, mulailah untuk menyimak secara keseluruhan, mengerjakan pandual berurutan dan ikuti aturan yang telah ditetapkan. Beberapa yang sekedar melihat dan menganggapnya mudah, namun saat diminta untuk mempraktikannya kembali tidak bisa melakukannya dengan sepenuhnya karena boleh jadi ada langkah yang terlupakan.
  • Berpikir Kritis dan Logis, kemampuan berpikir kritis dan lopgis harus terus menerus diasah, karena disanalah ekistensi manusia dengan makhluk lain dibedakan. Ada beberapa cara agar dapat dikembangkan dengan cara:
a.    Membaca buku yang berkualitas, untuk mengasah otak kiri, mulailah dengan membaca buku yang berkualitas dan berbobot. Tidak perlu membatasi diri dengan bacaan yang ingin dibaca. Yang penting kuatkanlah iman dan keyakinan sebelum membaca buku.
b.    Ikuti dskusi dan perdebatan yang berkualitas, diskusi dan debat yang dimaksud bukanlah debat kusir, yang mempersoalkan yang tidak berfaedah. Namun yang didiskusikan adalah sesuatu yang sangat bermanfaat, dengan argumentasi yang dapat dipertanggungjawabkan, dan etika berdiskusi yang santun. Sehingga menambah wawasan dan pemahaman bagi pendengar.
c.    Memecahkan sebuah teka-teki dan soal, ada beberapa teka-teki yang dapat memacu adrenalin untuk dapat menyelesaikan teka-teki tersebut. Soal yang menuntut untuk berpikirpun dapat membuat syaraf-syaraf otak bekerja dan tidak mati, dengan hal ini dapat melatih kemampuan analitis dalam menyelesaikan sebuah permasalahan.
d.   Mempelajari bahasa baru, saat mempelajari bahasa yang baru, otak mencoba untuk mengklasifikasikan dan mencocokkan beberapa bahasa baru  dengan bahasa yang telah dikuasai. Hal ini dapat membuat otak untuk terus-menerus mengaktifkan simpul-simpulnya, sehingga koneksi antara satu dan yang lainnya semakin cepat. Dampaknya ia dapat mempelajari bahsa baru dengan sangat cepat dam mudah dalam mengingatnya.


5 langkah sederhana yang akan menjadikan anda sebagai mahasiswa yang sukses secara organisasi

Sukses Organisasi
Mengapa dalam waktu yang sama ada, ada mahasiswa yang sukses namun ada pula mahasiswa yang gagal? Di satu pihak ada mahasiswa yang tidak serius kuliah, pengalaman organisasi kurang, bakan merepotkan orang tua. Namun dilain pihak ada mahasiswa yang serius kuliah, pengalamannya bagus dan mampu mandiri.



Ada mahasiswa yang hobi berorganisasi, hingga tak jarang organisasi tersebut menjadi tempat pelarian karena nilai akademisnya yang ‘hancur’. Ia nyaris mempunyai slogan “Biarlah menjadi mahasiswa abadi, yang penting banyak koneksi. Jangan sampai urusan akademis mengganggu organiasi.”
Banyak diantara mahasiswa atau pelajar yang berprinsip study oriented, untuk apa disibukan dengan hal-hal yang tidak penting seperti berorganisasi, toh saya kuliah atau sekolah untuk belajar dan mendapatkan hasil yang memuaskan, bukan untuk berorganisasi. Mindset ini tidaklah 100% salah, karena salah satu tanggung jawab kita sebagai seorang mahasiswa adalah untuk belajar dan mencari ilmu dengan sungguh-sungguh. Namun amat disayangkan apabila selama masa kuliah hanya untuk 3K, yaitu kampus, kantin, kosan. Padahal ada banyak hikmah lain diluar sana dan ada begitu banyak peluang yang terhampar beetra tantangannya.
Keuntungan berorganisasi yaitu
1.    Mendapatkan komunitas baru. Di organisasi yang biasanya berkumpul orang yang beda jurusan, asal daerah, karakter dan lain sebagainya membuat kita lebih bijaksana dalam melihat perbedaan, mengasah kecerdasan interpersonal serta memberikan peluang yang luas untuk mendapatkan rezeki.
2.    Belajar menjadi pemimpin yang bijaksana atau pengikut yang setia. Awal masuk pasti kita hanya akan menjadi anggota biasa dulu dalam sebuah oranisasi, namun ingatlah sebuah organisasi itu ibarat sebuah miniatur kehidupan, yang akan mengasah kemampuan kita dalam bersosialisasi di masyarakat kelak, di dunia profesi pun ilmu-ilmu keorganisasian sangatlah bermanfaat.
3.    Memahami istilah-istilah keorganisasian, seperti Blue Print, Visi dan Misi, Program Kerja, AD-ART, Organigram, Rapat Mingguan, Evaluasi Bulanan, sekaligus beberapa aturan oganisasi. Hal ini memberikan pelajaran berharga bagi kita untuk menerapkannya juga dalam kehidupan pribadi dalam sebuah perusahaan yang suatu saat nanti kita bentuk, sebuah organisasi yan baik harus mempunyai goal setting yang jelas mengenai arahan akan dibawa kemana organisasi tersebut.
4.    Belajar dari organisasi lain. Biasanya ada program studi banding ke organisasi lainnya. Hal ini akan bermanfaat untuk memperluas wawasan dan memprkaya ilmu kita tentang kelebihan organisasi lain. Ambillaj yang terbaik dari organisasi lainnya dan usahakannlah untuk dapat diterapkan juga di organisasi yang kita tempati, tentunya dengan beberapa modifikasi dan adaptasi yang dikomunikasikan dengan baik.
Ada beberapa hal yang harus kita dapatkan dalam mengikuti organisasi agar tidak sia-sia, yaitu:
  • ·      Apa tujuan ikut organisasi tersebut?

Tancapkan tujuan yang mulia dengan memasuki organisasi tersebut. Jangan hanya karena diajak teman, atau karena ingin dekat dengan seseorang. Contoh tujuan yang baik adalah “saya ingin belajar dan berkarya untuk organisasi ini”.


  • ·      List Keuntungan dan Kerugiannya

Jangan asal mengikuti sebuah organisasi tanpa mengetahui apa keuntungan dan kerugiannya saat mengikutinya. Pahami dan tanyakanlah apabila ada yang tidak dimengerti, banyak orang yang membela mati-matian suatu organisasi tanpa mengetahui arah dan tujuan organisasi tersebut.
  • Sesuaikan dengan target hidup kita?

Selaraskan organisasi yang kita pilih dengan target hidup kita, jika misalkan ingin menjadi seorang orator atau trainer, maka carilah organisasi yang minimal mengakomodir keinginan kita tersebut. Ibarat mempunyai tujuan untuk ke kutub utara, ia malah melangkah ke kutub selatan yang tentunya sangatlah berlawanan, begitu juga dengan organisasi yang kita pilih maka harus selaras dengan keinginan kita.
  • ·      Jadilah yang terbaik

Ada ataupun tiada sama sekali. Jika kita ingin menjadi orang yang penting dalam organisasi berilah yang terbaik dalam posisi apapun.
  • ·      Mempengaruhi bukan terpengaruh


Kepemimpinan adalah seni mempengaruhi. Dalam sebuah organisasi ada saja orang yang berenergi negatif. Maka jadilah orang yang mempengaruhi bukan menjadi orang yang dipengaruhi.

luar biasa! 9 langkah ini akan menjadikan anda sebagai Mahasiswa yang Sukses secara Akademis


Ada kata-kata menarik dari Muhammad Fajrin Rasyid, seorang lulusan terbaik ITB, beliau mengatakan “Kalau IPK dipandang sebagai hal yang sepele, masa dengan hal sepele saja kita gagal? Mana mungkin kita layak untuk mendapatkan amanah yang lebih besar jika dengan hal sepele saja sudah gagal?”
Nah ini dia salah satu urusan yang sering kali dilewatkan oleh mahasiswa karena terlalu keasyikan berorganisasi sampai-sampai ia lupa dengan masalah akademisnya, hingga yang paling fatal adalah yang lain sudah lulus duluan ini masih saja berkutat dengan masalah matakuliah, nilai yang belum keluar dll. Tanda-tandanya yaitu kebiasaan sering bolos, nitip absen dengan alasan-alasan yang tidak jelas.
Kata-kata menarik yang disampaikan oleh Muhammad Fajrin Rasyid, seperti yang terlihat di atas, dengan prinsip itulah beliau dapat sukses dalam urusan akademisnya, dan dengan prinsip itulah beliau juga bisa menjadi salah satu mahasiswa yang mengikuti Student Exchange ke Daejon University selama satu tahun dan cita-citanya pun tidak main-main yaitu bisa melanjutkan studi S2 ke MIT USA. Dari fakta tersebut dapatlah kita pahami bahwa memang benar ketika hal-hal yang dianggap sepele lantas berhasil maka akan ada amanah yang lebih besar yang harus dijalani juga, ketika bisa sukses akademis beliau mendapatkan amanah untuk mengikuti student exchange ke Daejon University Korea, dan hebatnya lagi beliau lulus di ITB jurusan teknik informatika dengan IPK 4,0 (summa cumlaude).
Lalu bagaimana caranya agar jago dalam akademis, tidak hanya jago dalam berorganisasi, jago aksi. Nah disini ada beberapa tips yang telah terbukti ampuh, yaitu:
1.    Buat Goal Setting yang jelas
Untuk apa kuliah? Pertanyaan menjadi sangat penting, karena akumulasi dari niatlah munculnya tekad, tekadlah yang berbuah aksi nyata yang akan berdampak pada hasil yang akan dicapai. Ada sebagian mahasiswa yang saat ditanya tujuannya kuliah malah menjawab tidak jelas, tidak spesifik. Namun ada juga yang menjawanya dengan jelas dan spesifik, maka tentukanlahtujuan awal anda untuk kuliah agar tidak menyesal.
2.    Pahami buku panduan akademik
Penting sekali dalam memahami dan membuat strategi yang tepat dari panduan akademis yang kita miliki. Dari mulai SKS (sistem Kredit Semester) yang harus diambil selama perkuliahan, matakuliah wajib dan pilihan, mekanisme seminar dan skripsi. Panduan pembuatan makalah (setiap Universitas berbeda-beda) hingga sistem perkuliahan yang berlaku. Prioritasklanlah dalam perkuliahan itu matakuliah yang wajib dan matakuliah prasyarat terlebih dahulu dan satu lagi setelah itu diskusikan dulu dengan dosen pembimbing akademik J  
3.    Kenali karakter belajar
Cara belajar di dunia kampus sangat berbeda dengan sewaktu kita belajar di Sekolah Menengah. Banyak perbedaannya diantaranya jadwal, hal ini tergantung dari matakuliah yang dikontrak dan biasanya ini dimulai saat semester 3 karena tergantung dari IPK dan matakuliah prasyaratnya juga, dan juga pemilihan kelasnya juga sehingga akan mempengaruhi jadwal kuliah, lalu dosen ada yang terlambat dalam menyampaikan materi kuliahnya sehingga memerlukan adaptasi yang cepat agar bisa menegjar ketertinggalan tersebut. Nah karena masalah-masalah itulah sebagai mahasiswa atau calon mahasiswac harus menemukan strategi yang cocok dalam mengetahi pola dan gaya belajar yang paling cocok. Misalnya saya lebih cepat dalam menyerap ilmu di saat yang hening pada jam 03:00 pagi setelah solat tahajud.
4.    Ambil semester pendek
Semester pendek biasanya diselenggarakan sekitar 2-3 bulan tergantung dari perrguruan tingginya ada yang menyelenggarakannya ada pula yang tidak, oh iya dalam semester pendek (SP) ada dua yaitu untuk semester depan dan mengulang matakuliah yang kurang memuaskan disemester sebelumnya. Biasanya dalam Sp itu dibatasi matakuliahnya, dan biasanya ada bayaran khusus per SKS, misalnya 50 Ribu per SKS nya. Nah dalam semester pendek ambilah matakuliah yang wajib dan prasyarat agar dalam satu semester kedepan dapat membantu matakuliah yang dipersyaratkan tersebut untuk diambil.
5.    Nilai matakuliah kurang memuaskan
Karena dalam perkuliahan seringkali terdapat nilai yang kurang memuaskan, namun agar lebih baik dan tidak menghambat dalam kelulusan maka ambilah dulu matakuliah di semester itu atau semester atas kecuali kalau matakuliah itu merupakan matakuliah prasyarat ya mau tidak mau harus diambil dengan syarat harus bisa mengejar matakuliah di semester ini tahun depan. Semuanya adalah pilihan tentunya akan ada pengorbanan lebih yang harus dikeluarkan J
6.    Banyak membaca dan berlatih
Membaca bermanfaat untuk memperluas ilmu dan wawasan, berlatih membuat kita terampil dalam suatu bidang. Berinvestasilah untuk membeli buku-buku yang diperlukan, karena kita tahu keutamaan ilmu dibandingkan dengan harta. Ilmu menjaga diri, sedang harta kitalah yang menjaganya, ilmu tidak akan habis jika diberikan bahkan akan bertambah, sedangkan harta akan habis jika dibagi.
7.    Miliki orang-orang hebat disekeliling kita
Mulailah untuk memanfaatkan waktu lebih banyak untu belajar dari orang-orang yang hebat. Orang hebat itu bisa jadi ada disekitar kita, seperti teman sekelas yang mempunyai keahlian yang berbeda-beda, belajarlah dari mereka tentang kemampuan tersebut barangkali suatu saat itu akan bermanfaat dan berterima kasihlah kepada mereka barangkali ketika mendapatkan ilmu tersebut kita mendapatkan hikmahnya. Maka jadilah orang yang pandai bersyukur dan berterimakasih
8.    Hati-hati jebakan lingkungan
Nah ini nih masalah yang sering dihadapi oleh mahasiswa apalagi mahasiswa baru karena mereka masih polos dan belum mengerti keadaan dan kerasnya dunia kuliah (lebay banget). Kadang kita melihat bahwa dalam dunia mahasiswa ada seorang mahasiswa yang saat SMA dia sangat berprestasi namun saat kuliah dia malam melempem, lembek dan menurun prestasinya. Namun ada jukga yang saat SMA biasa-biasa saja namun karena motivasi untuk bangkit dan memperbaiki diri maka hasilya pun luar biasa dia menjadi sangat berprestasi. Maka dalam dunia kampus perhatikanlah lingkungan bisa jadi faktor-faktor seperti lokasi kosan, kemanan lingkungan dll. Berhati-hatilah dalam bergaul karena akan mempengaruhi dirimu kedepannya.
9.    Tanya pada orang yang sudah berpengalaman

Nah ada pepatah yang mengatakan bahwa pengalaman adalah guru yang terbaik. Pepatah tersebut ada benarnya loh, dengan bertnaya kepada orang yang sudah berpengalaman maka ketika menghadapi suatu permasalahan kita dapat mengefisienkan energi untuk tidak melakukan kesalahan-kesalahan yang tidak perlu dialami. Seperti bertanaya kepada kakak tingkat, misalnya terkait perkuliahan, dosen dan bagaimana dalam berorganisai.