Selasa, 22 November 2016

jangan sampai salah memilih jurusan

ADA LIMA FAKTOR YANG HARUS ADIK-ADIKPERTIMBANGKAN
SAAT AKAN MENJADI MAHASISWA


Sebagai mahasiswa, adik-adik telah memiliki tanggung jawab yang besar, baik kepada diri send
iri maupun kepada oranglain. Bukankah Mahasiswa itu adalah “agent of change”? change for what? Secara sederhana saja, seorang mahasiswa itu harus bisa mengubah dirinya sendiri terlebih dahulu, yang awalnya malas-malasan kemudian berubah menjadi rajin dan semangat dalam menjalani kehidupan dan perkuliahan. Seorang mahasiswa harus bisa mengubah keadaannya, keadaan keluarganya, dan yang terpenting adalah mahasiswa harus bisa mengubah tatanan masyarakat yang rusak. Sekarang adik-adik harus menyadari bahwa adik-adik sudah bukan lagi siswa atau anak SMA yang segala sesuatunya masih harus diatur oleh oranglain dan masih minta uang jajan dari orangtua. Sekarang mumpung adik-adik masih awal perkuliahan, adik-adik harus bisa mengatur hidup adik-adik sendiri.
Ada beberapa tips dari Alicia Kosasih, seorang kandidat BSBA Boston University dibidang Manajemen Teknologi dan operasi. Mudah-mudahan bisa memberikan pencerahan kepada adik-adik dan lebih “ngeh” bagaimana cara memilih jurusan yang tepat sebelum nanti terlambat.
Lantas apa saja faktor yang harus adik-adik pertimbangkan ketika akan memilih jurusan di perguruan tinggi? Nah menurutnya ada lima faktor utama yang tidak boleh ditinggalkan ketika adik-adik akan membuat keputusan, yaitu Passion, Talent, Motivation, Personal Values, dan Future Expectations. Agar adik-adik tidak kebingungan maka disini saya akan menjabarkan semuanya.
1.      Passion
Menurut saya, passion adala salah satu faktor yang paling penting ketika adik-adik akan memilih jurusan diperguruan tinggi, bayangkan oleh adik-adik ketika adik-adik masuk ke jurusan yang tidak adik-adik sukai, pastinya adik-adik akan merasakan stuck selama empat tahun tersebut, tentunya hal itu bukanlah sesuatu yang diinginkan oleh adik-adik yang akan mengalami masa-masa perkuliahan selama empat tahun kedepan, waktu kulia adik-adik akan sama sekali menjadi tidak menarik kalau adik-adik melakukannya karena terpaksa.
Ketika adik-adik merasakan hal tersebut, nah adik-adik coba cari kegiatan dikampus yang menarik bagi adik-adik untuk berpartisipasi didalamnya, menurut Alicia Kosasih, ketika ia sedang berkuliah di Boston University, ada lebih dari lima ratus student organization and movement yang bisa kamu ikuti. Jangan takut ketika adik-adik merasa memilih jurusan yang eksentrik, karena salah satu keunggulan pendidikan di amerika adalah Limitless Choice of major. Apapun jurusan yang muncul dipikiran adik-adik, biasanya pasti akan ada universitas disini yang menyelenggarakan program tersebut. Tentunya semua orang punya ekspektasi ideal tentang dream jobsnya. Nah, impian adik-adik ini bisa dijadikan sebagai motivasi dalam memilih jurusan nantinya.
2.      Talent
Coba adik-adik nilai diri adik-adik sendiri dalam hal performance dan prestasi di sekolah. Jadi pastinya adik-adik harus lebih bisa memanage waktu dan kemampuan supaya adik-adik tidak keteteran dalam mengerjakan tugas. Hal apa saja yang sudah adik-adik lakukan ketika masi disekolah baik itu dari sisi akademis maupun dari sisi non akademis seperti Osis, jadi event organizer untuk sport competition, ketua dari fund raising project dll. Atau adik-adik merasa lebih baik dalam mengerjakan suatu bidang, misalnya mendesain eksperimen, solve numerical problems, mendesain software and applications, meliput berita, membangun small businesses atau communicating with other people. Selain itu kebiasaan adik-adik dalam belajar juga boleh jadi bahan pertimbangan. Apa adik-adik tipe yang lebih suka keluar dan berkomunikasi dengan orang lain atau adik-adik adalah tipe yang sanggup duduk berjam-jam dan menyelesaikan assignment sendiri? Biarpun kesannya hal-hal itu kurang ada kaitannya dengan memilih jurusan, menrut saya sebenarnya ini lumayan penting.
3.      Motivation
Menurut pandangan saya, motivasi adalah salah satu dari makna kehidupan. Sulit rasanya bagi saya untuk membayangkan kalau kuliah tanpa motivasi, tanpa tujuan, tanpa arah yang jelas setela lulus kita mau apa. Selama ini pula saya sering menemui teman-teman saya yang mengeluh karena mereka sudah tidak memiliki motivasi lagi untuk kuliah. Alasan sederhana yang sering mereka lontarkan adalah mereka merasa salah memilih jurusan kuliah, kamu tidak akan pernah tahu, apa yang menyebabkan itu terjadi pada dirimu. Ketika kamu berhasil membuat bbeberapa nominasi jurusan yang kamu minati, coba adik-adik bertanya kepada diri sendiri, apa yang memotivasi adik-adik untuk memilih jurusan tersebut? Apakah adik-adik awalnya memilih jurusan tersebut murni karena didasari oleh minat, bakat dan personal values? Atau hanya karena adik-adik merasa tertekan oleh orangtua atau teman-teman sekitar? Tentunya adik-adik pernah mendengar orang-orang yang akhirnya End Up di jurusan yang kurang mereka sukai, hanya karena sebaian besar teman-teman dekat mereka memutuskan untuk mendalami jurusan tersebut.
Ada lagi alasan lain kenapa biasanya sering terjadi salah dalam memilih jurusan, yaitu opini orang lain. Menanggapi pemikiran seperti ini, adik-adik bisa menjawabnya, “apa yang menurut sebagian orang benar, belum tentu itu pas dengan apa yang sebenarnya saya mau dan butuhkan? Motivasi menurut saya sangat penting. Adik-adik harus yakin dan bisa pastikan bahwa motivasi tersebut akan tetap menyala selama empat tahun kedepan dalam melewati masa-masa kuliah ini.
4.      Personal Values
Sekarang pikirkanlah beberapa nilai dan prinsip yang akan menghantarkan kehidupan adik-adik untuk melihat dunia. Agar lebih gampang maka akan lebih baik kalau saya contohkan langsung, misalkan mengambil jurusan Ilmu Lingkungan. Bagi saya, contoh ini menarik karena dalam jurusan ini banyak menggabungkan ilmu eksakta dan moral values dalam analisisnya. Ketika anda diberikan dua pilihan antara menghilangkan daerah hijau supaya pembangunan bisa terus maju atau mempertahankan lahan alami tersebut, mana yang akan adik-adik pilih? mungkin bagi mereka urbanisasi lebih penting, dan mereka tidak keberatan kalau pohon-pohon ditebang semua. Akan tetapi ada pihak yang mementingkan adanya lahan hijau. Percaya atau tidak, Personal Values juga akan mempunyai peranan penring ketika adik-adik terjun di sebuah jurusan, apa yang menurut kamu benar bisa jadi di jurusan tertentu. Tentunya akan sulit untuk menjalani suatu jurusan yang nilai-nilainya kurang sesuai dengan personality dan personal values adik-adik.
5.      Future Expectation (and Realities)

Buat saya, mencari keseimbangan di faktor ini yang paling ulit. Keseimbangan antara motivasi, talenta, dan pasion. Pertama, ada diantara kita yang sangat tertarik sama suatu jurusan, tapi dia sadar akan kemampuannya yang kurang cocok untuk mendalami bidang tersebut. Kedua ada lagi orang-orang yang sebenarnya punya kemampuan yang cukup disruatu bidang, tetapi mereka tidak tertarik untuk mengambil jurusan tersebut. Dan ada yang ketiga, kemampuan mereka sangat bagus sesuai dengan minat dan bakat, tapi mereka tahu bahwa peluangnya untuk berkarir dibidang tersebut sangat tipis.

Terlahir Untuk Menjadi Seorang Pemenang

Terlahir Untuk Menjadi Seorang Pemenang

Banyak remaja yang merasa dirinya hanya seorang yang biasa saja, dengan alasan saya hanya terlahir dari orangtua biasa dan tidak pernah mau mengubah nasibnya. Disini ada sebuah cerita yang mudah-mudahan dapat membuat kita termotivasi.




Suatu hari ada seorang lelaki yang bernama simple, menikah dengan seorang istri yang bernama biasa. Mereka mempunyai anak yang bernama dua anak, namanya adalah simple junior dan biasa junior. Kedua orangtuanya pun hanya mendidik mereka hanya biasa-biasa saja, bahkan mereka hanya menginginkan anaknya menjadi orang yang biasa saja.
Seiring dengan berjalannya waktu anak-anak tersebut sekolah di sekolah yang biasa saja, bergaul dengan orang yan biasa saja pula, bercita-cita biasa saja tanpa menatap kedepan. Begitu pula ketika mereka melanjutkan pendidikan di bangku kuliah dengan biasa saja sehingga ketika luluspun mereka mendapatkan Ipk biasa saja dan begitupun ketika mereka mendapatkan pekerjaan, pekerjaan mereka pun biasa saja seperti oranglain. Akhirnya seiring berjalannya waktu kedua anak tersebut meninggal di usia 20 tahun, namun mereka dimakamkan di usia 25 tahun. Mengapa hal tersebut bisa terjadi? Karena mereka disaat berusia 20 tahun, mereka sudah kehilangan semangat dan harapan hidup.
Adik-adik coba pikirkan dan renungkan, jangan-jangan selama ini kita seperti dua anak tersebut yang hidup tanpa tujuan yang jelas, tanpa visi, bergerak tanpa misi, sekolah sekedarnya asal-asalan, bahkan bisa jadi adik-adik tidak mempunyai semangat dalam menjalani kehidupan ini.
Adik-adik, bisa jadi adik-adik layaknya seekor rajawali tapi merasa diri ini layaknya seekor ayam. Dan pada akhirnya adik-adik tidak mau untuk sekedar menuliskan mimpi tersebut apalagi untuk berkreasi dalam mewujudkan impian tersebut.
“tanpa mimpi dan semangat, orang-orang seperti itu akan mati!” ya apa yang mesti adik-adik unggulkan? Orangtua mungkin saja orang biasa, sekolah adik-adik mungkin biasa. Tapi yang mesti adik-adik ubah terlebih dahulu adalah sikap adik-adik untuk menjadi anak yang luar biasa. Ada beberapa target yang harus dicapai seperti:
·     
    Kuliah S1 di Unpad
·         Punya tabungan yang banyak dan berkah
·         Mempunyai usaha dan bisa mandiri
·         Jadi pengusaha muda




Ketika tulisan-tulisan tersebut saya tulis di karton yang besar dan ditempel di dinding, ayah saya menyarankan untuk mencabut, takut malu ketika gagal meraihnya. Namun ketika itu saya menolaknya dan berkata “tidak apa-apa walaupun gagal sekalipun tidak jadi masalah kok, bisa jadi ketika ada teman yang masuk ke kamar ini, dia mendoakannya”.
Jadi konsep cita-cita disini adalah menuliskan keinginan juga harapan adik-adik diatas lemabaran dan juga adik-adik harus menetapkan deadline kapan target tersebut dapat di capai. Agar lebih semangat, maka adik-adik harus membuat sespesifik mungkin, bisa dari tanggal, bulan dan tahun. Seperti dibawah ini:
·         Tertulis: agar tidak lupa dan terus diingat.
·         Spesifik: tuliskan dengan detail kapan waktunya, bahkan tanggal, bulan dan tahun pun ditulis.
·         Positif: buat kata yang menarik, usahakan hindari ka “tidak” dan “bukan”
·         Saksi: harus ada orang yang tahu akan cita-cita adik-adik dan harus ditandatangani oleh orangtua, saudara atau teman agar mereka menjadi saksi dan mengingatkan adik-adik akan cita-cita tersebut.

Apa kelebihan dan kekurangan?
Saat saya masih sekolah dulu, saya pernah mengalami masa yang teramat buruk, seperti malu tampil di depan umum, prestasi yang kurang memuaskan, namun saya memiliki kelebihan yaitu dalam pelajaran sains, bahkan saya pernah sewaktu SMA mendapatkan nilai fisika ulangan umum 9,25. Dan orang lain tidak ada yang bisa mencapai nilai 7,00. Saat itulah saya mengetahui potensi saya, maka saat itu juga saya fokuskan segalanya untuk mengembangkan pelajaran Kimia, Fisika dan Matematika. Hingga pada akhirnya saya masuk olimpiade walaupun hanya sekelas kabupaten, namun itu adalah kebanggan tersendiri bagi saya, karena saya bisa mengembangkan potensi saya.
Karena saya terlalu keasyikan dalam mengembagkan potensi saya tersebut, maka saya semakin Introvert, bahkan saya pun tidak pernah menjelaskan apapun kepada setiap orang, kecuali orang yang sudah dekat dengan saya. Dan ketika itu pula saya semakin malu ketika disuruh untuk tampil di depan umum. Setelah memasuki dunia perkuliahan, saya berusaha untuk menutupi kekurangan-kekurangan tersebut dengan memasuki organisasi, dimulai dengan hal yang kecil, misalnya untuk mandiri, saya berusaha untuk berjualan, walaupun waktu itu saya menemui kegagalan. Tapi disaat itu pula saya belajar bagaimana menemukan pola yang tepat dan disitu pula saya belajar tentang skill communication.
Nah seperti itu tentang kisah saya, bagaimana dengan adik-adik? Kalau belum tahu akan kelebihan dan kekurangan adik-adik, maka cobalah untuk mengingat lagi bagaimana adik-adik dulu dalam meraih prestasi dan apa yang membuat adik-adik merasa semangat dalam melakukan kegiatan. Maka cobalah untuk mengisi tabel dibawah ini
Kelebihan saya:
1
2
3
4
5
Kekurangan saya:
1
2
3
4
5


Coba untuk mengisi dulu tabel diatas, setelah itu renungkanlah dan pikirkan bagaimana yang harus dilakukan kedepannya.

MAHASISWA JAGO MELIHAT PELUANG

MAHASISWA JAGO MELIHAT PELUANG

Ada sebuah kata-kata inspirasi yang mungkin bisa memotivasi adik-adik”
“Jika Kamu mengambil resiko, kamu mungkin gagal. Tapi jika kamu tidak mengambil resiko, kamu sudah pasti gagal. Resiko terbesar adalah tidak melakukan apa-apa”.
-Robetro Goizueta

Peluang itu sebenarnya dimana-mana, namun yang menjadi masalahnya ketika adik-adik tidak bergerak, tidak mencarinya, mana mungkinkan akan ketemu sebuah peluang!!
Peluang, kadang ada di depan kita, namun karena kita tidak bisa melihat peluang tersebut, maka peluang tersebut hilang begitu saja. Yang menjadi masalah pada umumnya adalah ketika sedang menghadapi sebuah masalah besar dan lagi perlu banget peluang untuk solusi, yang ada bukan peluang solusi malah terasa buntu, kadang juga terasa kesulitan yang terus saja menghantui dalam pikiran.
Namun kadang kita juga merasa ketika peluang di depan itu terlalu banyak yang ada kita malah merasa bingung, dilema diantara banyak pilihan, dan pada akhirnya yang terjadi adalah peluang tersebut hilang karena tidak diambil satupun karena kita tidak mau mengambil resiko akan peluang tersebut.
Terkait dengan peluang, memang kita tidak akan tahu kapan peluang tersebut akan datang dan pergi. Peluang juga tidak dapat adik-adik undang ketika adik-adik mengalami berbagai masalah, namun kadang juga peluang datang dengan sendirinya ketika adik-adik membutuhkannya.
Maka yang harus ditekankan kepada adik-adik adalah bahwa peluang itu jangan hanya ditunggu untuk menghampiri adik-adik, tapi yang harus dilakukan oleh adik-adik adalah mencuri peluang. Coba adik-adik pikirkan akan sebuah peluang usaha, usaha yang sudah berjalanpun kadang-kadang masih menemui jalan yang buntu. Justru disaat-aat seperti itulah adik-adik membutuhkan peluang. Entah peluang apa itu, yang jelas adik-adik merasa seperti mendapatkan kekuatan besar untuk bisa mencapai impian.
Terkadang untuk bisa melihat sebuah peluang, adik-adik harus membutuhkan kecerdasan dan kejelian dalam mencuru peluang tersebut. Karena ketika adik-adik kurang pintar dalam mencuru peluang tersebut, maka yang akan terjadi bukalan membantu adik-adik, malah akan membuat adik-adik terseret menuju jurang kerugian. Sebaiknya adik-adik ketika ada sebuah peluang yang dianggap positif, maka dapatkanlah peluang tersebut.
Adik-adik tahukah kenapa kancil disebut sebagai hewan yang paling cerdik, karena si kancil berani mengambil resiko, namun ia mengambil resiko tersebut seperti diketahui bahwa si kancil harus menyebrangi sungai yang dipenuhi dengan buaya-buaya yang siap melahapnya. Tapi buaya-buaya tersebut yang dianggap menghalangi jalannya untuk mencapai tujuan, justru dijadikan sebagai kesempatan emas agar bisa menyebrangi sungai. Alhasil dengan kecerdasannya bisa memanfaatkan buaya-buaya itu dan akhirnya si kancil bisa makan rumput yang enak.



Nah coba kita renungkan kembali, kadang dalam kehidupan ini untuk mencapai tujuan, seringkali penghalang itu dianggap sebagai oengganjal yang membuatmu harus putus asa, dan merasa gagal sehingga harus menunggu kesempatan emas datang. Hei, tahukah adik-adik kapan kesempatan emas itu akan datang?? Yang namanya datangnya kesempatan itu sifatnya tidak pasti, makanya adik-adik enggak bisa nunggu lama-lama. Malu dong sama si kancil. Dia saja bisa memanfaatkan masalah menjadi sebuah peluang dengan menggunakan buaya yang dia dianggap adalah mangsanya. Karena sekali saja si kancil tersebut melakukan sebuah kesalahan maka itu akan menjadi fatal akibatnya, yaitu dia akan di mangsa oleh buaya-buaya tersebut.
Nah begitupun dengan masalah-masalah kita sehari-hari yang sering adik-adik hadapi, kenali dahulu masalah tersebut, kalau bisa jadikanlah teman pertama, memang awalnya akan kesal tetapi ketika sudah akrab dan ternyata masalah itu bukanlah musuh yang besar, justru itu adalah peluang emasmu. Karena sebenarnya, adik-adik tidak tahu dan mengam=nggap masalah itu adalah musuh besar dalah hidup adik-adik.


Kita memang menjadi rumit akibat suatu permasalahan, karena kita disibukan dengan berbagai macam kemungkinan yang ada sehingga bingung untuk memilih mana yang harus dilalui. Padahal dari setiap jalan, potensi untuk menemukan peluang pastilah ada. Namun, seringnya potensi belum ditemukan karena tidak dicari. Padahal bisa jadi hambatan yang kamu anggap sebagai penghalang yang besar itu sebetulnya adalah peluang besar juga untuk melangkah menuju kesuksesan. Penuh resiko adalah hal yang sangat wajar, cermatilah terlebih dahulu dan pelajarilah langkahnya.

Senin, 03 Oktober 2016

kiat sukses mahasiswa dengan kekuatan keuangan

True Financial Power
”Jika kita menganggap bahwa uang bukanlah hal penting yang mesti diperhatikan, sehingga setiap acara atau suatu program berada dalam keadaan yang pas-pasan atau kurang, maka banyak sekali sesuatu yang tidak dapat kita lakukan dengan keterbatasan ini, padahal dengan keberlimpahan ini banyak yang dapat dilakukan dengan lebih baik dan lebih terasa kebermanfaatannya. Mengapa kita tidak ubah saja paradigma untuk keberlimpahan, sehingga banyak yang dapat dilakukan dengan baik”.
Dalam kehidupan sehari-hari sering kita temui bahwa banyak orang-orang yang tidak bisa menyeimbangkan keuangannya, karena banyak hal. Nah untuk itu ada beberapa persepsi yang mesti dipahami terlebih dahulu, yaitu tentang pikirang orang kaya dengan orang miskin.
Orang kaya adalah dia yang mau menunda kesenangannya dan menggunakan seluruh potensinya untuk mrmbuat uang mengejarnya. Kaya tidak harus diukur dengan menterengnya rumah, mahalnya mobil atau handphone terbaru yang ia miliki. Kaya dapat dilihat dari sikap mental yang ingin terus mandiri, memutar keuntungan usaha untuk modal selanjutnya sehingga suatu saat akan mendapatkan keuntungan yang besar dan dapat menginvestasikannya dalam bentuk surat-surat berharga (sektor nonriil) dan dalam bentuk tanah, property, emas (sektor riil) dll.
Nah disini ada beberapa perbedaan antara orang yang bermental kaya dan miskin, diantaranya.





Tabel Perbandingan Mental
Orang Bermental Miskin
Orang Bermental Kaya
Ingin hasil instant
Menikmati proses
Lebih banyak membeli barang yang konsumtif
Lebih banyak membeli barang yang produktif
Menghalalkan berbagai cara
Sangat menjaga kehalalan proses
Tidak mau berubah (jumud)
Kreatif
Mengandalkan orang lain
Mandiri
Senang menerima
Senang memberi
Gimana nanti
Nanti gimana
Kuliah hanya ingin mengejar nilai yang bagus
Kuliah mengejar ilmu
Nah dari tabel diatas, adakah yang termasuk dalam diri anda? Kalau anda merasa dalam keadaan bermental miskin, nah segeralah ubah mindsetnya agar dalam kehidupan sehari-hari dapat memberikan kemanfaatan bagi orang lain, dan satu hal lagi karena suatu saat apapun yang diberikan oleh Allah SWT kepada kita semua akan dipertanggungjawabkan dihadapan-Nya.
Tentu setiap orang ingin sekali menjadi orang yang bermanfaat bagi orang lain, bahkan dalam hadits pun, Rasulullah SAW bersabda ”sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat bagi yang lainnya”. Nah dari hadits tersebut timbul sebuah pertanyaan, bagaimana caranya agar menjadi orang yang bermanfaat bagi orang lain, nah disini ada beberapa hal yang dapat kita lakukan, diantaranya:
A.      Mendapatkan Kekayaan
Untuk mendapatkan kekayaan tentunya harus dilakukan dengan cara yang halal agar harta yang diperoleh berkah, nah ada beberapa landasan yang mesti dipahami agar memperoleh rezeki yang halal dan barokah, diantaranya:
1.      Niat yang baik.
2.      Cara yang baik.
3.      Ikhlas dengan rezeki yang dianugrahkan.
Disini ada beberapa tips sederhana yang dapat dijalankan, diantaranya:
1.    Apa kompetensi kita yang sebenarnya?
Banyak orang yang sukses meniti karir bukan karena mereka kuliah di universitas ternama namun karena mereka mempunyai suatu atau beberapa minat dan potensi yang terus-menerus mereka asah dan kembangkan secara sadar maupun tidak sesuai dengan minat dan kecenderungan. Komepetensi ini muncul karena saat minat bertemu dengan bakat dan meledak saat kompetensi inti menemukan peluang sejarahnya. Namun kebanyak orang-orang malah merasa puas dengan apa yang ada karena merasa tidak berbakat, padahal persentasi bakat dalam kesuksesan hidup hanyalah 2% dan 98% lainnya adalah minat yang tercermin dalam usaha yang gigih. Bahkan Thomas Alva Edison mengatakan bahwa jenius itu adalah 1% bakat dan 99% kerja keras.
2.    Cari Ilmu dan Lingkungan yang Mendukung
Ada beberapa tips yang dapat dilakukan agar menemukan ilmu dan lingkungan yang mendukung, diantaranya:
·      Ikutilah seminar dan training-training yang dapat menumbuhkan semangat kewirausahaan, dan memotivasi semangat kerja.
·      Mengevaluasi diri untuk menjadi lebih baik.
·      Buatlah daftar kemajuan usaha bisa perbulan dan pertahun.
·      Carilah mentor yang berpengalaman dibidangnya.
·      Mulailah membuat SOP yang berisi detail tentang usaha yang telah dijalankan dan terus dikembangkan.
3.    Manajemen Resiko
Setiap orang mempunyai pandangan yang berbeda-beda mengenai resiko, ada yang senang dengan resiko yang tinngi (High Risk) dalam berbisnis atau dalam investasi, ada juga yang senang menjadi seorang safety player, tapi yakinilah bahwa apapun yang dipilih itulah yang terbaik, yang penting berani memulai, berani gagal, dan berani untuk sukses. Maka bersyukurlah atas setiap tantangan yang ada karena itulah momen yang tepat agar kita dapat melesat dan meloncat lebih tinggi.

4.    Manajemen Aset (Waktu dan Kesehatan)
Dalam kehidupan ini, kita mempunyai aset yang sangat berharga setelah nikmat iman, yaitu nikmat waktu dan kesehatan. Semua orang mempunyai modal waktu yang sama yaitu 24 jam dalam sehari, 7 hari dalam seminggu. Nah dalam kesehariannya ada orang yang dapat melakukan banyak aktivitas, ada juga yang hanya dapat melakukan satu aktivitas, nah apakah yang membedakan dari keduanya tersebut? Hal ini terletak dari cara bagaimana ia dalam mengelola dan memanfaatkan modal waktu.
Selanjutnya adalah aset kesehatan. Kesehatan menjadi salah satu modal yang paling berharga dalam kehidupan ini, berapa banyak amal yang dapat dilakukan dalam keadaan sehat, namun ketika sakit berapa banyak target yang melenceng juga amanah yang terbengkalai.
B.       Mengelola Pendapatan

Nah dalam tahap ini akan belajar bagaimana dalam mengelola keuangan, nah dalam tahap ini biasanya kita mulai berempati, bersyukur atas kerja keras orangtua dalam mencari nafkah, betapa beratnya mereka dalam mencari nafkah untuk menghidupi keluarga. Nah disini juga akan terlihat bahwa orang yang kaya itu bukanlah mereka yang mempunyai uang banyak saja, namun lebih pada pengelolaannya. Percuma dong kalau dalam kesehariannya atau dalam perbulannya dengan pendapatan misalnya Rp. 100 Juta sedagkan pengeluarannya Rp150 juta, nah dari situ juga kita dapat belajar bahwa kaya dan miskin tidak dilihat dari jumlah uang yang ada namun lebih pada sikap metal untuk menjadi kaya. Bahkan Yodhia Antariksa dalam artikel blognya yang berjudul 7 langkah dalam mencapai Financial Freedom, mengatakan bahwa aturlah pengeluaran dengan proporsi 40% untuk biaya hidup, 30% unruk cicilan hutang dan 30% untuk investasi.

jadila mahasiswa yang sukses dengan action power

Action Power
Mereka mempunyai mimpi yang besar, tetapi pikiran mereka tercurahkan sepenuhnya pada kerja. Sesekali mereka menatap ke langit untuk menyegarkan ingatan pada misi mereka. Namun setelah itu mereka menyeka keringat dan kembali bekerja.
(Anis Matta, dalam buku “Mencari Pahlawan Indonesia”)

Action Power berarti kekuatan untuk beraksi, mengerjakan semua ilmu yang telah dimiliki, dan menuliskan perencanaan matang megenai step-step kongkrit yang akan dilakukan.
Action power terdiri dari:
·      Kesadaran akan Visi dan Misi hidup
·      Membuat list peran hidup
·      Merancang life board
·      Proklamasi
·      Target bulanan
·      Target mingguan
·      List kelemahan dan kelebihan
Berikut ini adalah penjelasan mengenai action power.
1.    Kesadaran akan Visi dan Misi hidup
Ibarat ebuah pagelaran drama, kita adalah pemain-pemain yang memiliki takdir sejarah yang berbeda-beda. Improvisasi diperbolehkan berbeda-beda asalkan tidak keluar dari skrip yang sudah diarahkan oleh sutradara (Allah SWT lewat Al-Quran dan Sunnah-Nya). Dalam kehidupan ini kita diberikan batas waktu pementasan dipanggung kehidupan dengan rentang waktu pementasan di panggung kehidupan dengan rentang waktu dari waktu kelahiran hingga ajal menjemput. Nah dalam kehidupan sehari-hari, saat beberapa orang ditanya tentang apa tujuan hidupnya, ada yang menjawab ingin sukses, ingin membahagiakan kedua orangtuanya. Namun apa tujuan hidup kita yang hakiki? Jika kita seorang muslim yang taat tentu tujuan hidup kita tiada lain adalah untuk menjadi hambaNya yang taat serta mendapatkan kebahagiaan di dunia dan di akhirat. Dengan bonus yang telah disediakan berupa keridhoan Allah yang terimplementasi dengan surgaNya.
2.    Membuat list peran hidup
Tulislah setiap peran hidup yang sedang atau akan dijalani, buatlah visi peran yang ingin dicapai dari setiap peran hidup yang sedang atau akan dijalani. Jangan lupa untuk memberi deadline (batas waktu) pencapaian masing-masing peran tersebut. Buatlah visi yang menantang, tidak terlalu mudah dan tidak juga terlalu susah yang akan membuat kita malah menjadi malas untuk meraihnya, sesuaikanlah dengan kemampuan.
Ini nih daftar peran hidup, sekedar contohnya saja ya.
Peran
Visi Peran
Deadline
Mahasiwa
IPK 3,6
September 2017
Anak
Mengahjikan Orangtua
Januari 2020
Kakak
Membiayai kuliah adik
September 2019
Penulis
Mengarang novel
September 2019
Usaha
Membuka wakrnet
April 20118

3.    Merancang Life Boad (papan hidup)
Liferboard setidaknya mempunyai 2 fungsi, yaitu mengingat kembali kesuksesan-kesuksesan yang telah diukir beberapa tahun silam, dimulai sejak kita lahir hingga saat ini. Selain itu life board juga memberikan kita peta hidup yang jelas akan pencapaian-pencapaian yang ingin kita raih hingga akhir hidup.
4.    Membuat proklamasi kemerdekaan diri
Proklamasi ini bermanfaat sebagai incantation, yaitu kata-kata positif yang dikatakan dengan penuh semangat. Proklamasi memberikan kita arahan mengenai kesuksesan yang ingin di capai.
5.    Membuat Target Bulanan
Target bulanan berfungsi untuk mengarahkan energi dalam diri untuk fokus pada pencapaian target 12 bulan selama satu tahun yang akan datang. Namun, tetap spesifik, terukur, dapat tercapai dengan batasan waktu yang jelas.
Contohnya:
·      Lulus kuliah pada bulan september dengan IPK 3,6
·      Kursus Manajemen online dengan nilai yang memuaskan pada bulan agustus-desember
·      Membuat sebuah novel pada bulan september
Berikut contoh tabel dalam membuat target bulanan.
Bulan
Target
Januari
·          
Februari
·          
Maret
·          
April
·          
Mei
·          
Juni
·          
Juli
·          
Agustus
·         Kursus online manajemen
September
·         Kursus online manajemen
·         Lulus kuliah pada bulan september dengan IPK 3,6
·         Membuat sebuah novel pada bulan september
Oktober
·         Kursus online manajemen
Nopember
·         Kursus online manajemen
Desember
·         Kursus online manajemen dengan nilai yang memuaskan

6.    Membuat Target Pekanan
Hampir sama dengan target bulanan, buat juga aktivitas atau janji apa saja yang harus kita kerjakan dalam seminggu kedepan.
Contohnya,
Hari
Target
Senin
·         Review matakuliah besok
·         Mengerjakan tugas
Selasa
·         Mengajar di bimbel
Rabu
·         Mengajar di bimbel
Kamis
·         Mengajar di bimbel
Jumat
·          
Sabtu
·          
Minggu
·         Olahraga

7.    Membuat list kelemahan dan kelebihan
Setiap malam menjelang tidur evaluasilah setiap target mingguan dan bulanan yang telah terlaksana dan belum terlaksana. Luangkanlah waktu satu jam untuk mengevaluai kelebihan dan kekurangan agar tidak lagi terjadi di esok hari.
Contohnya
Kelemahan
Kelebihan
Kurang disiplin
Komitmen
Menunda pekerjaan
Jujur
Takut memulai
Tanggungjawab

8.    Action Now

Janganlah menunda-nunda. Lakukanlah dengan baik apapun yang telah kita rencanakan. Sebanyak apapun ide dan rencana kita.