Selasa, 22 November 2016

Terlahir Untuk Menjadi Seorang Pemenang

Terlahir Untuk Menjadi Seorang Pemenang

Banyak remaja yang merasa dirinya hanya seorang yang biasa saja, dengan alasan saya hanya terlahir dari orangtua biasa dan tidak pernah mau mengubah nasibnya. Disini ada sebuah cerita yang mudah-mudahan dapat membuat kita termotivasi.




Suatu hari ada seorang lelaki yang bernama simple, menikah dengan seorang istri yang bernama biasa. Mereka mempunyai anak yang bernama dua anak, namanya adalah simple junior dan biasa junior. Kedua orangtuanya pun hanya mendidik mereka hanya biasa-biasa saja, bahkan mereka hanya menginginkan anaknya menjadi orang yang biasa saja.
Seiring dengan berjalannya waktu anak-anak tersebut sekolah di sekolah yang biasa saja, bergaul dengan orang yan biasa saja pula, bercita-cita biasa saja tanpa menatap kedepan. Begitu pula ketika mereka melanjutkan pendidikan di bangku kuliah dengan biasa saja sehingga ketika luluspun mereka mendapatkan Ipk biasa saja dan begitupun ketika mereka mendapatkan pekerjaan, pekerjaan mereka pun biasa saja seperti oranglain. Akhirnya seiring berjalannya waktu kedua anak tersebut meninggal di usia 20 tahun, namun mereka dimakamkan di usia 25 tahun. Mengapa hal tersebut bisa terjadi? Karena mereka disaat berusia 20 tahun, mereka sudah kehilangan semangat dan harapan hidup.
Adik-adik coba pikirkan dan renungkan, jangan-jangan selama ini kita seperti dua anak tersebut yang hidup tanpa tujuan yang jelas, tanpa visi, bergerak tanpa misi, sekolah sekedarnya asal-asalan, bahkan bisa jadi adik-adik tidak mempunyai semangat dalam menjalani kehidupan ini.
Adik-adik, bisa jadi adik-adik layaknya seekor rajawali tapi merasa diri ini layaknya seekor ayam. Dan pada akhirnya adik-adik tidak mau untuk sekedar menuliskan mimpi tersebut apalagi untuk berkreasi dalam mewujudkan impian tersebut.
“tanpa mimpi dan semangat, orang-orang seperti itu akan mati!” ya apa yang mesti adik-adik unggulkan? Orangtua mungkin saja orang biasa, sekolah adik-adik mungkin biasa. Tapi yang mesti adik-adik ubah terlebih dahulu adalah sikap adik-adik untuk menjadi anak yang luar biasa. Ada beberapa target yang harus dicapai seperti:
·     
    Kuliah S1 di Unpad
·         Punya tabungan yang banyak dan berkah
·         Mempunyai usaha dan bisa mandiri
·         Jadi pengusaha muda




Ketika tulisan-tulisan tersebut saya tulis di karton yang besar dan ditempel di dinding, ayah saya menyarankan untuk mencabut, takut malu ketika gagal meraihnya. Namun ketika itu saya menolaknya dan berkata “tidak apa-apa walaupun gagal sekalipun tidak jadi masalah kok, bisa jadi ketika ada teman yang masuk ke kamar ini, dia mendoakannya”.
Jadi konsep cita-cita disini adalah menuliskan keinginan juga harapan adik-adik diatas lemabaran dan juga adik-adik harus menetapkan deadline kapan target tersebut dapat di capai. Agar lebih semangat, maka adik-adik harus membuat sespesifik mungkin, bisa dari tanggal, bulan dan tahun. Seperti dibawah ini:
·         Tertulis: agar tidak lupa dan terus diingat.
·         Spesifik: tuliskan dengan detail kapan waktunya, bahkan tanggal, bulan dan tahun pun ditulis.
·         Positif: buat kata yang menarik, usahakan hindari ka “tidak” dan “bukan”
·         Saksi: harus ada orang yang tahu akan cita-cita adik-adik dan harus ditandatangani oleh orangtua, saudara atau teman agar mereka menjadi saksi dan mengingatkan adik-adik akan cita-cita tersebut.

Apa kelebihan dan kekurangan?
Saat saya masih sekolah dulu, saya pernah mengalami masa yang teramat buruk, seperti malu tampil di depan umum, prestasi yang kurang memuaskan, namun saya memiliki kelebihan yaitu dalam pelajaran sains, bahkan saya pernah sewaktu SMA mendapatkan nilai fisika ulangan umum 9,25. Dan orang lain tidak ada yang bisa mencapai nilai 7,00. Saat itulah saya mengetahui potensi saya, maka saat itu juga saya fokuskan segalanya untuk mengembangkan pelajaran Kimia, Fisika dan Matematika. Hingga pada akhirnya saya masuk olimpiade walaupun hanya sekelas kabupaten, namun itu adalah kebanggan tersendiri bagi saya, karena saya bisa mengembangkan potensi saya.
Karena saya terlalu keasyikan dalam mengembagkan potensi saya tersebut, maka saya semakin Introvert, bahkan saya pun tidak pernah menjelaskan apapun kepada setiap orang, kecuali orang yang sudah dekat dengan saya. Dan ketika itu pula saya semakin malu ketika disuruh untuk tampil di depan umum. Setelah memasuki dunia perkuliahan, saya berusaha untuk menutupi kekurangan-kekurangan tersebut dengan memasuki organisasi, dimulai dengan hal yang kecil, misalnya untuk mandiri, saya berusaha untuk berjualan, walaupun waktu itu saya menemui kegagalan. Tapi disaat itu pula saya belajar bagaimana menemukan pola yang tepat dan disitu pula saya belajar tentang skill communication.
Nah seperti itu tentang kisah saya, bagaimana dengan adik-adik? Kalau belum tahu akan kelebihan dan kekurangan adik-adik, maka cobalah untuk mengingat lagi bagaimana adik-adik dulu dalam meraih prestasi dan apa yang membuat adik-adik merasa semangat dalam melakukan kegiatan. Maka cobalah untuk mengisi tabel dibawah ini
Kelebihan saya:
1
2
3
4
5
Kekurangan saya:
1
2
3
4
5


Coba untuk mengisi dulu tabel diatas, setelah itu renungkanlah dan pikirkan bagaimana yang harus dilakukan kedepannya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar