Terlahir Untuk Menjadi Seorang
Pemenang
Banyak remaja yang
merasa dirinya hanya seorang yang biasa saja, dengan alasan saya hanya terlahir
dari orangtua biasa dan tidak pernah mau mengubah nasibnya. Disini ada sebuah
cerita yang mudah-mudahan dapat membuat kita termotivasi.
Suatu hari ada seorang
lelaki yang bernama simple, menikah dengan seorang istri yang bernama biasa.
Mereka mempunyai anak yang bernama dua anak, namanya adalah simple junior dan
biasa junior. Kedua orangtuanya pun hanya mendidik mereka hanya biasa-biasa
saja, bahkan mereka hanya menginginkan anaknya menjadi orang yang biasa saja.
Seiring dengan
berjalannya waktu anak-anak tersebut sekolah di sekolah yang biasa saja,
bergaul dengan orang yan biasa saja pula, bercita-cita biasa saja tanpa menatap
kedepan. Begitu pula ketika mereka melanjutkan pendidikan di bangku kuliah
dengan biasa saja sehingga ketika luluspun mereka mendapatkan Ipk biasa saja
dan begitupun ketika mereka mendapatkan pekerjaan, pekerjaan mereka pun biasa
saja seperti oranglain. Akhirnya seiring berjalannya waktu kedua anak tersebut
meninggal di usia 20 tahun, namun mereka dimakamkan di usia 25 tahun. Mengapa
hal tersebut bisa terjadi? Karena mereka disaat berusia 20 tahun, mereka sudah
kehilangan semangat dan harapan hidup.
Adik-adik coba pikirkan
dan renungkan, jangan-jangan selama ini kita seperti dua anak tersebut yang
hidup tanpa tujuan yang jelas, tanpa visi, bergerak tanpa misi, sekolah
sekedarnya asal-asalan, bahkan bisa jadi adik-adik tidak mempunyai semangat dalam
menjalani kehidupan ini.
Adik-adik, bisa jadi adik-adik layaknya
seekor rajawali tapi merasa diri ini layaknya seekor ayam. Dan pada akhirnya
adik-adik tidak mau untuk sekedar menuliskan mimpi tersebut apalagi untuk
berkreasi dalam mewujudkan impian tersebut.
“tanpa mimpi dan semangat, orang-orang
seperti itu akan mati!” ya apa yang mesti adik-adik unggulkan? Orangtua mungkin
saja orang biasa, sekolah adik-adik mungkin biasa. Tapi yang mesti adik-adik
ubah terlebih dahulu adalah sikap adik-adik untuk menjadi anak yang luar biasa.
Ada beberapa target yang harus dicapai seperti:
·
Kuliah S1 di Unpad
·
Punya tabungan yang banyak dan berkah
·
Mempunyai usaha dan bisa mandiri
·
Jadi pengusaha muda
Ketika tulisan-tulisan
tersebut saya tulis di karton yang besar dan ditempel di dinding, ayah saya
menyarankan untuk mencabut, takut malu ketika gagal meraihnya. Namun ketika itu
saya menolaknya dan berkata “tidak apa-apa walaupun gagal sekalipun tidak jadi
masalah kok, bisa jadi ketika ada teman yang masuk ke kamar ini, dia
mendoakannya”.
Jadi konsep cita-cita
disini adalah menuliskan keinginan juga harapan adik-adik diatas lemabaran dan
juga adik-adik harus menetapkan deadline kapan target tersebut dapat di capai.
Agar lebih semangat, maka adik-adik harus membuat sespesifik mungkin, bisa dari
tanggal, bulan dan tahun. Seperti dibawah ini:
·
Tertulis: agar tidak lupa dan terus
diingat.
·
Spesifik: tuliskan dengan detail kapan
waktunya, bahkan tanggal, bulan dan tahun pun ditulis.
·
Positif: buat kata yang menarik,
usahakan hindari ka “tidak” dan “bukan”
·
Saksi: harus ada orang yang tahu akan
cita-cita adik-adik dan harus ditandatangani oleh orangtua, saudara atau teman
agar mereka menjadi saksi dan mengingatkan adik-adik akan cita-cita tersebut.
Apa kelebihan dan kekurangan?
Saat saya masih sekolah
dulu, saya pernah mengalami masa yang teramat buruk, seperti malu tampil di
depan umum, prestasi yang kurang memuaskan, namun saya memiliki kelebihan yaitu
dalam pelajaran sains, bahkan saya pernah sewaktu SMA mendapatkan nilai fisika ulangan
umum 9,25. Dan orang lain tidak ada yang bisa mencapai nilai 7,00. Saat itulah
saya mengetahui potensi saya, maka saat itu juga saya fokuskan segalanya untuk
mengembangkan pelajaran Kimia, Fisika dan Matematika. Hingga pada akhirnya saya
masuk olimpiade walaupun hanya sekelas kabupaten, namun itu adalah kebanggan
tersendiri bagi saya, karena saya bisa mengembangkan potensi saya.
Karena saya terlalu
keasyikan dalam mengembagkan potensi saya tersebut, maka saya semakin
Introvert, bahkan saya pun tidak pernah menjelaskan apapun kepada setiap orang,
kecuali orang yang sudah dekat dengan saya. Dan ketika itu pula saya semakin
malu ketika disuruh untuk tampil di depan umum. Setelah memasuki dunia
perkuliahan, saya berusaha untuk menutupi kekurangan-kekurangan tersebut dengan
memasuki organisasi, dimulai dengan hal yang kecil, misalnya untuk mandiri,
saya berusaha untuk berjualan, walaupun waktu itu saya menemui kegagalan. Tapi
disaat itu pula saya belajar bagaimana menemukan pola yang tepat dan disitu
pula saya belajar tentang skill communication.
Nah seperti itu tentang
kisah saya, bagaimana dengan adik-adik? Kalau belum tahu akan kelebihan dan
kekurangan adik-adik, maka cobalah untuk mengingat lagi bagaimana adik-adik
dulu dalam meraih prestasi dan apa yang membuat adik-adik merasa semangat dalam
melakukan kegiatan. Maka cobalah untuk mengisi tabel dibawah ini
|
Kelebihan saya:
1
2
3
4
5
|
Kekurangan saya:
1
2
3
4
5
|
Coba untuk mengisi dulu
tabel diatas, setelah itu renungkanlah dan pikirkan bagaimana yang harus
dilakukan kedepannya.




Tidak ada komentar:
Posting Komentar